- Pemerintah Kota Bandar Lampung mengalokasikan anggaran Rp30 miliar untuk meremajakan sistem drainase dan trotoar pada Kamis, 23 Juli 2026.
- Proyek perbaikan infrastruktur ini dikerjakan secara paralel di enam ruas jalan protokol strategis di Bandar Lampung.
- Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dedi Sulistio menyatakan penataan ini bertujuan mengatasi masalah utama penyebab kerusakan jalan.
SuaraLampung.id - Selama ini, lubang di jalanan sering kali hanya dipandang sebagai masalah permukaan. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kini memilih cara berbeda. Mereka tidak lagi sekadar menambal, melainkan membedah apa yang ada di bawah aspal.
Menyadari bahwa musuh utama ketahanan jalan adalah air yang tergenang, Pemkot Bandar Lampung kini tengah tancap gas merombak sistem drainase yang selama ini menjadi biang kerok kerusakan infrastruktur.
Fokusnya jelas, yakni menyasar akar masalah melalui peremajaan sistem resapan air di sejumlah ruas jalan protokol.
"Saat ini kami sedang mempercantik trotoar sekaligus meremajakan sistem drainase. Inilah jantung masalahnya yakni buruknya resapan air yang membuat jalan cepat rusak," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung, Dedi Sulistio, Kamis (23/7/2026).
Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp30 miliar telah digelontorkan untuk proyek ambisius ini. Dana tersebut dialokasikan untuk membenahi trotoar sekaligus sistem pembuangan air di bawahnya.
Saat ini, geliat pembangunan mulai terlihat di enam titik strategis secara paralel. Ruas-ruas utama seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Diponegoro, hingga Jalan Sultan Agung kini tengah bersalin rupa.
Dedi menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar mengejar estetika agar kota terlihat cantik bagi pejalan kaki.
"Pengerjaan fisik yang kami lakukan menyasar fungsi krusial. Kami membenahi trotoar sekaligus saluran drainase di bawahnya. Panjangnya bervariasi, menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan," tambahnya.
Langkah ini bukanlah proyek instan yang selesai dalam semalam. Pemkot Bandar Lampung telah menyusun peta jalan (roadmap) perbaikan infrastruktur secara berkesinambungan.
Baca Juga: Urus Pajak Sambil Wisata: Stan Bapenda di Bandar Lampung Expo Jadi Primadona
Bagi warga yang wilayahnya belum tersentuh perbaikan tahun ini, Dedi memberikan titik terang. Penataan ini dipastikan akan terus berlanjut ke jalan-jalan protokol lainnya.
Bahkan, lokasi-lokasi strategis yang belum masuk daftar tahun ini sudah resmi dikunci dalam skema perencanaan anggaran tahun 2027. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Geger Karhutla Way Kambas Meluas, BPBD Buka Suara Soal Nasib Kandang Gajah
-
Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala
-
Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika
-
Sempat Buron Setahun, Pengeroyok Panitia Futsal Kampus UM Metro Akhirnya Diciduk
-
Kejar-kejaran Dramatis Berujung Patah Tulang! Pelarian Residivis Maling Gadget di Pringsewu Berakhir