- Dokter peserta PIDI bernama M Zulfikar Drakel ditemukan meninggal dunia di kosnya di Kota Metro pada 21 Juli lalu.
- Hasil investigasi IDI Lampung bersama pihak berwenang menyatakan kematian korban bukan disebabkan oleh perundungan atau beban kerja berlebih.
- Penyebab kematian murni karena faktor medis berupa penyakit penyerta tersembunyi setelah keluarga menolak dilakukannya prosedur otopsi.
SuaraLampung.id - Kematian mendadak dr M Zulfikar Drakel, seorang dokter peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI), sempat memicu spekulasi di tengah publik.
Di masa ketika isu perundungan (bullying) dan beban kerja berlebih (overwork) di dunia kedokteran sedang menjadi sorotan tajam, kepergian Zulfikar pada 21 Juli lalu di kamar kosnya di Kota Metro, yang koas di RSUD Sukadana meninggalkan tanda tanya besar.
Namun, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung bergerak cepat. Melalui investigasi mendalam yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kesehatan hingga kepolisian, tabir di balik tragedi ini mulai terkuak.
Hasilnya menunjukkan bahwa penyebab kematian Zulfikar bukanlah karena tekanan pekerjaan yang ekstrem.
"Kami telah melakukan investigasi menyeluruh. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi overwork atau kerja berlebihan. Kami juga memastikan tidak ada unsur perundungan maupun kekerasan di tempat kerja," tegas Ketua IDI Lampung, Josi Harnos, Kamis (23/7/2026).
Penelusuran tim investigasi yang mengumpulkan keterangan dari rekan sejawat, direktur rumah sakit, hingga dokter pendamping, mengarah pada satu kesimpulan yakni adanya penyakit penyerta (komorbid) yang tersembunyi.
"Ditemukan dugaan adanya penyakit penyerta yang selama ini tidak pernah diketahui oleh lingkungan sekitarnya," tambah Josi.
Indikasi infeksi memang ditemukan di dalam tubuh almarhum, namun jenis dan sumber infeksi tersebut akan tetap menjadi misteri.
Pihak keluarga, dengan segala pertimbangan, memilih untuk menolak prosedur otopsi. Sebuah keputusan yang sangat dihormati oleh IDI dan tim penyidik.
Baca Juga: Urus Pajak Sambil Wisata: Stan Bapenda di Bandar Lampung Expo Jadi Primadona
Sosok Zulfikar sendiri dikenal sebagai pribadi yang cenderung pendiam dan tertutup. Ditambah lagi, ia tinggal terpisah dari rekan-rekan sejawatnya selama menjalani masa pengabdian.
Hal ini diduga menjadi alasan mengapa kondisi kesehatannya yang menurun luput dari perhatian orang-orang terdekatnya.
"Meninggalnya dokter Zulfikar ini memiliki konteks yang berbeda dengan kasus-kasus lain yang belakangan viral. Penyebabnya murni medis," tegas Josi. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Bantu Pedagang Keluar dari Jerat Rentenir
-
Dari Pintu ke Pintu, Kisah Dewi Natalia Membawa Pedagang Pasar Lepas dari Rentenir
-
Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas
-
Dari Pengalaman PMI ke Bisnis Kuliner, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar