- Densus 88 menangkap dua terduga pelaku berinisial AR dan H di Ciamis dan Lampung pada Senin, 20 Juli 2026.
- Kedua pria tersebut aktif menyebarkan propaganda radikalisme dan rekrutmen terorisme melalui berbagai platform media sosial.
- Penyidik kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua pelaku berdasarkan alat bukti yang sah.
SuaraLampung.id - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bergerak cepat melakukan operasi senyap di dua titik berbeda yakni di Ciamis, Jawa Barat, dan Lampung, pada Senin (20/7/2026). Hasilnya, dua pria berinisial AR dan H berhasil diamankan tanpa perlawanan.
Penangkapan AR di Ciamis dan H di Lampung bukanlah tanpa alasan kuat. Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana, mengungkapkan bahwa keduanya telah lama berada dalam radar pantauan tim intelijen cyber.
Berdasarkan penyidikan mendalam, keduanya diduga kuat terlibat aktif dalam aktivitas propaganda, rekrutmen, hingga penghasutan melalui berbagai platform media sosial.
Bukan sekadar berbagi konten, materi yang mereka sebarkan mengandung narasi radikalisme akut serta legitimasi terhadap tindakan kekerasan atas nama ideologi tertentu.
"Tindakan ini adalah bagian dari penegakan hukum terhadap mereka yang memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan materi terorisme dan kebencian," ujar Kombes Mayndra di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Meski bergerak taktis dan tegas, Densus 88 memastikan bahwa seluruh proses hukum tetap berjalan di atas rel aturan yang berlaku.
Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif guna membedah seberapa jauh peran AR dan H dalam jaringan terorisme tersebut.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil didasarkan pada alat bukti yang sah, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) serta asas praduga tak bersalah.
Operasi ini menjadi pengingat keras bahwa ruang digital kita sedang tidak baik-baik saja. Polisi pun mengeluarkan peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah tersulut oleh konten yang membungkus kekerasan dengan narasi suci atau kebencian terhadap kelompok tertentu.
Baca Juga: Misi Besar Menyulap Lampung Menjadi Raksasa Ekonomi Syariah Sumatera
Masyarakat kini diharapkan menjadi filter pertama dalam melawan ekstrimisme. Kombes Mayndra mengimbau publik untuk lebih proaktif melaporkan aktivitas mencurigakan di platform digital sekecil apa pun. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Misi Besar Menyulap Lampung Menjadi Raksasa Ekonomi Syariah Sumatera
-
Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
-
Di Balik COD: Niat Jual Motor, Pemuda di Lampung Selatan Disekap dan Diborgol Kawanan Bersenjata
-
Pamit Angkat Jemuran, IRT di Ketapang Lampung Selatan Ditemukan Tewas dengan Luka di Kepala
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Densus 88 Sikat Provokator Digital di Lampung
-
Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi
-
Misi Besar Menyulap Lampung Menjadi Raksasa Ekonomi Syariah Sumatera
-
Perbaikan Kualitas Aset Perkuat Keyakinan JPMorgan terhadap BBRI
-
Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi