- Dinas Kesehatan Provinsi Lampung membagi lima belas wilayah menjadi lima zona untuk mengantisipasi erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Pemerintah menetapkan lima RSUD strategis dan tiga rumah sakit rujukan utama untuk menangani lonjakan pasien darurat.
- Puskesmas memperketat pengawasan harian untuk mendeteksi secara cepat lonjakan kasus penyakit akibat paparan debu vulkanik.
SuaraLampung.id - Bayang-bayang erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) tak hanya menuntut kewaspadaan di bibir kawah Selat Sunda, melainkan juga menguji ketangguhan rantai layanan kesehatan di daratan Lampung.
Mengantisipasi serbuan abu vulkanik dan lonjakan pasien mendadak, Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung merombak peta mitigasi medis dengan membagi 15 kabupaten/kota ke dalam lima zona regional sistem rujukan cepat.
Langkah ini dirancang sebagai sabuk pengaman agar penanganan dampak bencana tidak bertumpu pada satu titik, melainkan terdistribusi merata dan gesit merespons kedaruratan di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Djohan Lius, menegaskan bahwa seluruh lini faskes, mulai dari Puskesmas Pembantu (Pustu), Puskesmas induk, hingga rumah sakit daerah, kini berada dalam status siaga penuh.
"Kami telah menerbitkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan dan Langkah Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau. Ini menjadi kompas dan pedoman taktis bagi seluruh jajaran tenaga medis di daerah untuk mempercepat penanganan warga," tegas Djohan, Rabu (9/9/2026).
Di bawah skema baru ini, lima Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) strategis ditunjuk sebagai benteng utama layanan lanjutan di masing-masing regional yaitu RSUD Abdul Moeloek (Kota Bandar Lampung), RSUD Pringsewu (Kabupaten Pringsewu), RSUD Alimuddin Umar (Kabupaten Lampung Barat), RSUD Menggala (Kabupaten Tulang Bawang) dan RSUD Jenderal Ahmad Yani (Kota Metro).
Kelima rumah sakit ini berfungsi sebagai penyaring dan penopang utama bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis intensif sebelum melangkah ke tingkat rujukan puncak.
Sementara itu, untuk kasus-kasus klinis dengan tingkat kedaruratan paling berat, pemerintah provinsi menyiagakan tiga rumah sakit rujukan pamungkas milik Pemprov Lampung yakni RSUD Bandar Negara Husada, RSUD Alamsyah Ratu Perwiranegara, dan RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSAM) yang bertindak sebagai episentrum rujukan tertinggi.
Bukan rahasia lagi, setiap kali perut Anak Krakatau bergolak, partikel debu vulkanik halus menjadi ancaman nyata bagi saluran pernapasan, mata, hingga kulit warga.
Baca Juga: Sempat Melonjak Tajam, Serangan ISPA di Lampung Akibat Erupsi Anak Krakatau Akhirnya Melandai
Oleh karena itu, penguatan surveilans epidemiologi di tingkat puskesmas diperketat guna mendeteksi secara real-time ledakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan iritasi massal.
"Kesiapsiagaan kami bukan hanya soal kesiapan ranjang rumah sakit, tapi juga pemantauan harian kondisi kesehatan masyarakat dan deteksi dini penyakit bawaan debu vulkanik," pungkas Djohan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Sempat Melonjak Tajam, Serangan ISPA di Lampung Akibat Erupsi Anak Krakatau Akhirnya Melandai
-
Armada Ditpolairud Polda Lampung Diterjunkan Lacak 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
-
SAR Lampung Terjunkan 17 Personel Bantu Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda
-
Gunung Anak Krakatau Kembali Bergejolak, Sekolah Daring di Lampung Dilanjutkan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik
-
Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot