- Dinas Kesehatan Provinsi Lampung melaporkan kasus ISPA akibat debu vulkanik Gunung Anak Krakatau turun drastis menjadi 1.281 kasus pada Selasa (8/9/2026).
- Akumulasi kasus ISPA di seluruh Lampung mencapai 6.671 orang dari total laporan tanggal 4 hingga 8 September 2026.
- Selain ISPA, Dinas Kesehatan mencatat kemunculan 236 kasus Influenza Like Illness serta 58 kasus pneumonia akibat paparan debu tersebut.
SuaraLampung.id - Setelah beberapa hari langit Lampung diselimuti serbuan debu vulkanik dari perut Gunung Anak Krakatau (GAK), kabar melegakan akhirnya berhembus.
Ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang sempat mencengkeram ribuan warga di 15 kabupaten dan kota kini mulai menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, grafik kasus ISPA mengalami penurunan tajam pada Selasa (8/9/2026).
Tercatat, angka penderita menyusut drastis ke angka 1.281 kasus, berkurang hingga 712 kasus hanya dalam kurun 24 jam dibanding hari sebelumnya yang sempat menyentuh puncak 1.993 kasus.
"Kondisinya mulai membaik dibanding hari Senin. Jika diakumulasikan sepanjang 4 hingga 8 September, ada total 6.671 kasus ISPA yang dilaporkan dari seluruh penjuru Lampung," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Djohan Lius, Rabu (9/9/2026).
Jejak abu vulkanik Anak Krakatau memang sempat memicu fluktuasi tajam pada kesehatan masyarakat. Riwayat mencatat, pada Jumat (4/9/2026) keluhan ISPA menyerang 1.587 warga, lalu sedikit melandai di hari Sabtu (1.435 kasus), dan sempat menyusut tajam di hari Minggu dengan 375 kasus, sebelum akhirnya kembali meledak di awal pekan.
Namun, bukan hanya ISPA yang membayangi paru-paru warga. Partikel halus abu vulkanik juga membawa rentetan penyakit pernapasan lainnya.
Diskes mencatat setidaknya ada 236 kasus Penyakit Serupa Influenza (Influenza Like Illness/ILI) dalam rentang waktu yang sama, dengan rincian 61 kasus pada Jumat, 51 pada Sabtu, 29 di hari Minggu, 44 pada Senin, dan kembali berada di angka 51 kasus pada Selasa.
Di sisi lain, ancaman radang paru-paru basah atau pneumonia turut mengintai. Total 58 warga dilaporkan terjangkit pneumonia dengan grafik harian yang bergerak dinamis yakni 15 kasus berturut-turut pada Jumat dan Sabtu, melandai menjadi 2 kasus di hari Minggu, lalu merangkak naik ke angka 10 di hari Senin, dan mencapai 16 kasus pada Selasa.
Baca Juga: Armada Ditpolairud Polda Lampung Diterjunkan Lacak 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
"Tiga penyakit saluran pernapasan ini memang paling berpotensi menular dan merebak cepat pascapaparan debu vulkanik. Grafiknya masih sangat fluktuatif," ungkap Djohan.
Kendati demikian, Djohan menegaskan bahwa sistem pertahanan fasilitas kesehatan di tingkat kabupaten dan kota masih berdiri kokoh menahan gempuran kasus.
Setiap hari, data dari puskesmas dan rumah sakit terus direkapitulasi secara real-time ke Pusdalops BPBD Provinsi Lampung guna mengantisipasi status Kejadian Luar Biasa (KLB).
"Pelayanan medis di daerah masih sangat terkendali. Kami terus memantau dengan ketat agar situasi ini tidak berkembang menjadi krisis kesehatan," pungkasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Armada Ditpolairud Polda Lampung Diterjunkan Lacak 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
-
SAR Lampung Terjunkan 17 Personel Bantu Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda
-
Gunung Anak Krakatau Kembali Bergejolak, Sekolah Daring di Lampung Dilanjutkan
-
Kualitas Udara Membaik, Lampung Akhiri Pembelajaran Daring Akibat Erupsi Krakatau
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api
-
Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru
-
Tolak Setor Uang, Pak Ogah di Bandar Lampung Dibacok Brutal hingga Jari Putus: 1 Pelaku Diciduk
-
BBWS Petakan 5 Zona Merah Banjir di Bandar Lampung: Cek Wilayah Tempat Tinggal Anda
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Bantu Pedagang Keluar dari Jerat Rentenir