Wakos Reza Gautama
Selasa, 08 September 2026 | 16:10 WIB
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyatakan kegiatan belajar mengajar kembali normal mulai Rabu (9/9/2026) besok setelah udara kembali bersih dari hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. [Pemerintah Provinsi Lampung]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Lampung menghentikan pembelajaran daring dan mewajibkan siswa kembali sekolah tatap muka mulai Rabu, 9 September 2026.
  • Kebijakan tersebut diambil Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela karena kualitas udara membaik dan durasi erupsi Gunung Anak Krakatau semakin pendek.
  • Pemerintah memastikan stok logistik kesehatan dan masker di seluruh fasilitas mencukupi untuk menghadapi kenaikan 2.416 kasus ISPA.

SuaraLampung.id - Setelah sempat terhenti oleh kepungan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, denyut nadi pendidikan di Provinsi Lampung dipastikan kembali berdetak normal.

Mulai Rabu (9/9/2026), ribuan siswa akan kembali memenuhi ruang-ruang kelas setelah pemerintah setempat memutuskan untuk mengakhiri masa pembelajaran daring.

Keputusan kembali ke sekolah ini diambil setelah langit Lampung menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. Durasi erupsi Sang Anak Krakatau terpantau semakin pendek, dan napas udara di wilayah terdampak mulai terasa lebih lega.

“Karena adanya perbaikan kualitas udara dan erupsi dengan durasi yang semakin pendek, kami memutuskan besok pembelajaran di sekolah kembali dilakukan secara tatap muka,” ujar Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam konferensi pers di Pusdalops BPBD, Selasa (8/9/2026).

Namun, kembalinya siswa ke sekolah bukan tanpa persiapan. Selama dua hari dirumahkan, sebuah gerakan pembersihan besar-besaran dilakukan.

Para guru, petugas kebersihan, hingga personel BPBD bahu-membahu menyapu sisa-sisa abu yang menempel di meja, kursi, dan lantai kelas.

Enam wilayah yang sebelumnya menjadi terpapar abu, Bandar Lampung, Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Selatan, hingga Pesisir Barat, kini telah dinyatakan bersih dan siap menyambut aktivitas belajar.

Secara teknis, data menunjukkan Anak Krakatau memang mulai tenang. Meski sempat meletus empat kali pada Selasa pagi, durasinya sangat singkat, yakni kurang dari 20 detik.

Angin yang bertiup pelan ke arah utara pun membantu menyapu konsentrasi debu vulkanik menjauh dari pemukiman warga.

Baca Juga: Kasus ISPA di Bandar Lampung Melonjak Seiring Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Meski aktivitas mulai pulih, pemerintah tidak ingin warga terlena. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) memang tercatat mengalami kenaikan dengan total 2.416 kasus di seluruh provinsi.

Namun, Wagub Jihan memastikan bahwa stok masker dan logistik kesehatan masih sangat mencukupi di gudang-gudang fasilitas kesehatan.

"Masyarakat jangan panik, jangan panic buying. Stok masker aman. Kami juga meminta para penjual alat kesehatan untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar di tengah situasi ini," tegas Jihan.

Load More