- Gunung Anak Krakatau meletus pada Selasa sore, 8 September 2026, dan memicu abu vulkanik ke Lampung.
- Pemerintah Provinsi Lampung memperpanjang sekolah daring pada 9 hingga 10 September 2026 akibat erupsi tersebut.
- Sebuah speedboat yang mengangkut lima jurnalis dan tiga ABK dilaporkan hilang kontak di Selat Sunda.
SuaraLampung.id - Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali memuntahkan energinya berupa dentuman susulan berdurasi 31 detik dengan amplitudo 54 milimeter, Selasa sore (8/9/2026).
Embusan angin petang itu menuntun abu vulkanik pekat bergerak mantap menuju daratan Sang Bumi Ruwa Jurai. Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Provinsi Lampung memutuskan memperpanjang sekolah secara daring.
"Titik tekan kami adalah erupsi susulan yang durasinya jauh lebih panjang, dan arah anginnya mengarah tepat ke wilayah Provinsi Lampung," ujar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Selasa (8/9/2026) malam.
Karena itu Jihan menuturkan kebijakan kegiatan belajar mengajar tatap muka secara daring dilanjutkan pada 9 hingga 10 September 2026.
Jihan juga menyampaikan rasa prihatin mengenai nasib jurnalis yang meliput di sekitar Gunung Anak Krakatau. Diketahui satu unit speedboat yang mengangkut lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang kontak di perairan perbatasan Selat Sunda.
"Kami mendoakan dan berharap rekan-rekan jurnalis serta awak kapal ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat. Doa kami bersama keluarga yang kini menanti kabar dengan cemas," tutur Jihan.
Di daratan, mesin penanganan bencana bergerak dalam tempo tinggi. Truk-truk tangki dikerahkan untuk membasahi aspal guna meredam debu yang beterbangan, jutaan masker mulai dibagikan, dan laboratorium bergerak menguji tingkat racun pada abu yang turun.
Pemerintah Provinsi Lampung juga tengah berkejaran dengan alam, berkoordinasi intensif bersama BNPB, BMKG, dan PVMBG untuk mematangkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Bibit awan di langit Lampung kini diintai cermat, menanti waktu yang tepat untuk disemai garam agar hujan buatan bisa segera turun membasuh udara yang tercemar.
Baca Juga: Kualitas Udara Membaik, Lampung Akhiri Pembelajaran Daring Akibat Erupsi Krakatau
Tak hanya mengandalkan sains dan teknologi, masyarakat Lampung pun menengadahkan tangan ke langit. Menyambut seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI), ribuan pasang telapak tangan dijadwalkan bersujud bersama di Lapangan Korpri pada Kamis (10/9/2026) pagi, menggelar Salat Istisqa, berharap rintik hujan turun meredam amarah Krakatau.
"Tetap tenang, tetap waspada, saling menjaga. Pastikan setiap informasi yang kita telan berasal dari sumber resmi," pungkas Wagub Jihan.
Tag
Berita Terkait
-
Kualitas Udara Membaik, Lampung Akhiri Pembelajaran Daring Akibat Erupsi Krakatau
-
Kasus ISPA di Bandar Lampung Melonjak Seiring Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
-
Bandara Radin Inten II Lampung Beroperasi Lagi Usai Kepungan Abu Krakatau
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung
-
Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton
-
Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka
-
Angkut 8.400 Liter Solar Subsidi, Sindikat BBM Lintas Provinsi Digulung di Lampung Selatan