- Kantor Imigrasi Bandar Lampung mendeportasi warga negara Singapura, Nor Azmi, karena tinggal secara ilegal di Kabupaten Tanggamus.
- Nor Azmi terbukti melanggar aturan keimigrasian akibat memiliki paspor yang telah kedaluwarsa saat berada di Indonesia.
- Proses pemulangan pria tersebut dilakukan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan pengawalan ketat petugas pada hari Minggu.
SuaraLampung.id - Bagi Nor Azmi Bin Hazli, jarak antara Singapura dan Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, terasa dekat demi sebuah cinta.
Namun, bagi hukum keimigrasian Indonesia, rindu saja tidak cukup. Tanpa dokumen yang sah, perjalanan lintas negara tersebut akhirnya harus berujung di pintu keberangkatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk sebuah kepulangan yang tidak diinginkan.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung secara resmi telah mendeportasi Nor Azmi, warga negara Singapura, kembali ke tanah kelahirannya pada Minggu.
Langkah tegas ini diambil setelah pria tersebut kedapatan tinggal secara ilegal di wilayah Tanggamus tanpa dokumen keimigrasian yang berlaku.
Kisah Nor Azmi di Lampung sebenarnya bermula sejak Juni 2024. Dengan dalih menemui sang istri tercinta di pelosok Tanggamus, ia kerap menempuh perjalanan panjang bolak-balik Singapura-Indonesia melalui Pelabuhan Batam.
Namun, pepatah "sepandai-pandainya tupai melompat" akhirnya berlaku. Petugas menemukan bahwa paspor yang dikantonginya telah kedaluwarsa sejak 28 Juli 2025 lalu.
“Yang bersangkutan telah kami deportasi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” ungkap Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Imigrasi Bandar Lampung, Washono.
Proses pemulangan Nor Azmi tidak dilakukan sembarangan. Di bawah pengawalan ketat petugas, pria Singapura ini harus merelakan kehidupan domestiknya di Lampung untuk sementara waktu.
Pihak Imigrasi memastikan seluruh proses, mulai dari pemeriksaan hingga pemberangkatan, berjalan tertib sesuai prosedur internasional.
Baca Juga: Masalah Keluarga, Adik Hujamkan Pisau Garpu ke Kakak Kandung dan Istri di Tanggamus
Washono menegaskan bahwa kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap orang asing di wilayah Lampung.
Koordinasi dengan pihak kepolisian bandara, maskapai, hingga Kedutaan Besar Singapura terus diperkuat agar penegakan hukum keimigrasian tidak kecolongan.
“Kami menekankan pentingnya peningkatan pengawasan terhadap warga negara asing, khususnya mereka yang telah dikenai tindakan administratif berupa deportasi. Sinergi lintas instansi sangat diperlukan untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan,” tegas Washono. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Masalah Keluarga, Adik Hujamkan Pisau Garpu ke Kakak Kandung dan Istri di Tanggamus
-
Cinta Terbentur Visa: Pria Singapura yang Jadi Petani di Tanggamus Kini Terancam Deportasi
-
Pulang dari Pantai Bidadari, 3 Pemuda Diadang Komplotan Begal di Tanggamus
-
Benarkah Operasional Panas Bumi Picu Gempa? PGE Ulubelu Buka Suara Soal Guncangan di Tanggamus
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Sebar Video Asusila untuk Teror Pacar di Bawah Umur, Pemuda 19 Tahun di Tubaba Diciduk Polisi
-
Petaka Aksi Standing Motor di Pringsewu: Honda Supra Hantam Pajero, 2 Pemuda Tewas Terpental
-
Kades Ogan Jaya Dikejar Golok Usai Mediasi di Kantor Pemkab Lampung Utara: 2 Tersangka Ditahan
-
BRI Dukung MotoGP Mandalika 2026, Dorong Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal
-
Dukung Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2026, BRI Hadir di Rumah Indonesia Nagoya