- Puluhan sopir terjebak selama empat hari di KM Mutiara Persada III akibat kerusakan mesin sejak 13 Mei 2026.
- Kapal tersebut terombang-ambing di perairan Pulau Sebuku, Lampung Selatan, saat menempuh perjalanan dari Pelabuhan Cigading menuju Bandar Lampung.
- Kerusakan mesin menyebabkan distribusi sekitar 90 kendaraan bermuatan logistik pakan ternak terhambat hingga memicu ketegangan para sopir.
SuaraLampung.id - Puluhan sopir terombang-ambing di atas KM Mutiara Persada III, di sekitar perairan Pulau Sebuku, Lampung Selatan, Sabtu (16/5/2026).
Perjalanan yang seharusnya singkat dari Pelabuhan Cigading, Banten menuju Panjang, Bandar Lampung, kini berubah menjadi ujian kesabaran yang panjang.
Kapal yang mereka tumpangi dilaporkan tak lagi mampu membelah ombak sejak Rabu (13/5/2026) malam akibat kerusakan mesin yang membandel.
Empat hari sudah berlalu. Di atas dek kapal yang panas, gurat kelelahan terpancar jelas dari wajah para sopir. Sebuah rekaman video memperlihatkan pemandangan yang kontras dengan hiruk-pikuk pelabuhan.
Sekelompok pria berkumpul di sudut-sudut kapal, berdiskusi kecil, sembari menatap laut lepas, menanti kabar baik dari kru kapal yang tak kunjung tiba.
Mono, salah satu sopir yang terjebak di tengah laut, menceritakan bagaimana harapan mereka sempat melambung lalu jatuh kembali.
"Kapal sempat diperbaiki dan berjalan beberapa saat. Tapi sekitar pukul 10.00 WIB, mesin kembali mengalami gangguan sampai sekarang," tuturnya Sabtu (16/5/2026) dikutip dari saibumi.com--jaringan Suara.com.
Mono bukan sekadar membawa kendaraan kosong. Di dalam truknya, berton-ton bahan pakan ternak menunggu untuk segera didistribusikan. Keterlambatan ini bukan hanya soal waktu bagi para sopir, tapi juga soal nasib rantai logistik di darat.
"Tujuan saya ke Panjang untuk kebutuhan pakan ayam," tambahnya, menyiratkan kekhawatiran akan nasib ternak yang mungkin kelaparan di ujung perjalanannya.
Baca Juga: Curhat Pilu Bocah Kelas 4 SD di Lampung: Dicabuli Ayah Kandung Saat Ibu Mengadu Nasib di Taiwan
Kondisi di dalam perut kapal pun sesak. Diperkirakan ada sekitar 80 hingga 90 kendaraan berbagai jenis yang memenuhi dek, semuanya membawa muatan berbeda yang kini terancam terlambat sampai ke tangan konsumen.
Suasana di atas kapal kian tegang. Para sopir telah berulang kali melontarkan protes dan meminta kejelasan. Namun, jawaban yang mereka terima sejauh ini hanyalah janji-janji teknis.
"Kami sudah melapor dan menanyakan solusi. Informasinya, kapal akan ditarik (towing). Katanya teknisi juga akan datang pukul 12.00 WIB untuk memperbaiki mesin," ungkap Mono.
Berita Terkait
-
Curhat Pilu Bocah Kelas 4 SD di Lampung: Dicabuli Ayah Kandung Saat Ibu Mengadu Nasib di Taiwan
-
Pencarian Nelayan Pandeglang yang Hilang di Perairan Kalianda Dihentikan
-
Damkarmat Lamsel Berhasil Luluhkan Hati Gadis Bengkulu yang Nyaris Kabur ke Jakarta
-
Empat Hari Pencarian Nelayan Pandeglang yang Hilang Ditelan Lautan Kalianda Masih Nihil
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan
-
Bandar Lampung Tertinggi! Beras dan Cabai Jadi Biang Kerok Inflasi di Lampung
-
Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU
-
Pasok Protein Nila dan Patin untuk Program MBG, Bandar Lampung Berburu Lahan 1.000 Meter
-
Payroll Lebih Cepat dan Tertib, Ini Solusi Digital dari QLola by BRI