- Nelayan bernama Ajum hilang akibat tabrakan KM Bima Suci dengan kapal kargo di perairan Kalianda, 5 Mei 2026.
- Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian selama tujuh hari karena terkendala cuaca buruk dan hasil nihil.
- Pihak SAR tetap melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan masyarakat pesisir guna menindaklanjuti jika ditemukan tanda keberadaan korban.
SuaraLampung.id - Lautan di perairan Kalianda, Lampung Selatan, kembali menunjukkan sisi kelamnya. Setelah tujuh hari pencarian yang melelahkan di bawah bayang-bayang gelombang besar, harapan untuk menemukan Ajum (52), nelayan asal Pandeglang yang hilang ditelan malam, akhirnya menemui titik buntu. Tim SAR Gabungan resmi mengetok palu, operasi pencarian dihentikan.
Tragedi ini bermula pada Selasa dini hari, 5 Mei 2026. Kala itu, jarum jam baru menunjukkan pukul 03.00 WIB. Di tengah kegelapan total Selat Sunda, KM Bima Suci yang sedang mencari nafkah tiba-tiba berhadapan dengan maut.
Sebuah kapal kargo raksasa muncul dari kegelapan dan menghantam perahu kayu tersebut hingga hancur. Dari empat nyawa yang ada di atas kapal, tiga orang berhasil lolos dari maut setelah berjuang melawan dinginnya air laut.
Namun, Ajum tidak seberuntung rekan-rekan sejawatnya. Sejak benturan keras itu terjadi, sosok pria paruh baya itu raib, menyisakan misteri di kedalaman perairan Merak Belantung.
Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengungkapkan bahwa penghentian operasi ini adalah keputusan berat yang harus diambil sesuai prosedur standar (SOP). Selama sepekan terakhir, personel dari Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga BPBD telah mengerahkan segala daya.
"Operasi pencarian terhadap korban nelayan hilang resmi dihentikan setelah dilakukan pencarian maksimal selama tujuh hari," ujar Rezie dengan nada berat di Kalianda, Kamis (14/5/2026).
Penyisiran bukan tanpa kendala. Tim SAR harus berhadapan dengan cuaca yang tidak menentu dan amukan gelombang yang berkali-kali menghambat pergerakan kapal patroli. Meski koordinasi dengan nelayan setempat terus dijalin, laut seolah enggan menyerahkan apa yang telah diambilnya.
Meski secara administratif operasi ini telah ditutup, komitmen tim di lapangan tidak lantas berhenti total. Rezie menegaskan bahwa pihaknya tetap dalam posisi siaga jika ada tanda-tanda baru mengenai keberadaan korban.
"Kami tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan masyarakat pesisir. Jika ada informasi atau temuan tanda-tanda korban, kami meminta warga segera melapor," tambahnya. (ANTARA)
Baca Juga: Damkarmat Lamsel Berhasil Luluhkan Hati Gadis Bengkulu yang Nyaris Kabur ke Jakarta
Tag
Berita Terkait
-
Damkarmat Lamsel Berhasil Luluhkan Hati Gadis Bengkulu yang Nyaris Kabur ke Jakarta
-
Empat Hari Pencarian Nelayan Pandeglang yang Hilang Ditelan Lautan Kalianda Masih Nihil
-
Gibran Bakal Menengok Wajah Baru Kampung Nelayan Merah Putih di Labuhan Maringgai
-
Tiga Hari Hilang Misterius, Penyelam Panah Ikan di Way Rarem Ditemukan Tak Bernyawa
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tangisan Balita Mengungkap Kematian Tragis Seorang Ayah di Jati Agung
-
Perkuat Inklusi Keuangan, BRImo Bukukan 3,32 Miliar Transaksi hingga Juni 2026
-
Servis Motor Timbulkan Percikan Api, Mobil Pikap Hingga Sepeda Anak Hangus
-
Pemicu Konflik Anak Tuha Versi Kapolres Lampung Tengah
-
Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat