- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan meninjau fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih di Lampung Timur pada Jumat mendatang.
- Agenda kunjungan meliputi peninjauan fasilitas modern serta dialog langsung antara Wapres dengan para nelayan dan pembudi daya.
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur pendukung industri perikanan yang terintegrasi.
SuaraLampung.id - Udara asin khas pesisir Labuhan Maringgai, Lampung Timur, terasa lebih sibuk dari biasanya. Di Desa Margasari, persiapan demi persiapan terus dikebut.
Pasalnya, sosok nomor dua di Republik ini, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, dijadwalkan akan menginjakkan kakinya di sana pada Jumat (8/6/2026).
Wapres Gibran dijadwalkan akan "blusukan" langsung ke fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), sebuah proyek strategis yang diharapkan menjadi tulang punggung baru ekonomi maritim di Lampung Timur.
Kabar kehadiran sang Wapres dikonfirmasi langsung oleh Camat Labuhan Maringgai, Setyo Cipto. Ia mengungkapkan bahwa Gibran akan memiliki jadwal yang cukup padat sejak pagi hari.
"Besok, Pak Wapres RI jadi berkunjung ke KNMP Desa Margasari. Agendanya pukul 09.30 WIB beliau sudah di lokasi. Beliau akan berkeliling meninjau fasilitas, berdialog dengan nelayan, pembudi daya udang, hingga berdiskusi dengan para kepala desa," jelas Setyo saat dihubungi, Kamis (7/5/2026).
Dialog ini menjadi momen yang paling dinanti. Para nelayan dan pembudi daya udang setempat berharap bisa menyampaikan aspirasi langsung mengenai tantangan di lapangan, mulai dari fluktuasi harga hingga kebutuhan teknologi budi daya terbaru.
KNMP bukanlah kampung nelayan biasa. Fasilitas yang dibangun di Desa Margasari dan Desa Sukorahayu ini dirancang sebagai ekosistem terpadu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Bayangkan saja, di kampung ini kini berdiri fasilitas modern yang selama ini menjadi impian para nelayan yakni pabrik es untuk menjaga kesegaran tangkapan, gudang pendingin (cold storage), kios perbekalan nelayan, bengkel kapal, hingga SPBU khusus yang memastikan pasokan solar tak lagi menjadi kendala saat hendak melaut. (ANTARA)
Baca Juga: Pelarian Berakhir di Banten: Komplotan Begal Bersenpi Asal Lampung Timur Takluk
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Siap Tarung di Dunia Kerja: Disnaker Lampung Sebar Pelatihan Vokasi di 33 Titik Strategis
-
Miris! Anak di Way Kanan Dicabuli Selama Enam Tahun
-
Seni, Lari, dan Kuliner: Wajah Baru Pariwisata Lampung dengan Putaran Uang Rp53 Triliun
-
Sopir Truk Asal Balam Pura-Pura Dirampok Saat Tidur, Ternyata Uang Jalan Ludes di Meja Judol
-
7 Jam Anshori Djausal Diperiksa Kejati Lampung Terkair Alur Dana PT LEB