- Seorang nelayan bernama Ajum hilang setelah perahunya tertabrak kapal kargo di perairan Kalianda pada Selasa, 5 Mei 2026.
- Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian intensif di perairan Kalianda meski terkendala oleh angin kencang serta gelombang tinggi.
- Operasi pencarian hingga hari keempat dengan menyisir radius delapan mil laut belum membuahkan hasil dalam menemukan korban tersebut.
SuaraLampung.id - Di tengah luasnya hamparan perairan Kalianda, Lampung Selatan, sebuah drama kemanusiaan sedang berlangsung. Empat hari sudah, laut seolah enggan menyerahkan rahasianya.
Ajum (52), seorang nelayan asal Pandeglang, Banten, hilang tanpa jejak setelah perahu kecil yang menjadi tumpuan hidupnya hancur usai berbenturan dengan kapal kargo raksasa pada Selasa (5/5/2026).
Hingga Jumat (8/5/2026), garis pantai dan lautan lepas di Kecamatan Kalianda masih dipenuhi oleh armada penyelamat. Namun, alam nampaknya sedang tidak bersahabat.
Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengungkapkan bahwa proses pencarian Ajum kini menjadi perlombaan melawan waktu dan ganasnya cuaca.
Angin kencang yang bertiup tak menentu serta gelombang laut yang meninggi menjadi tembok penghalang utama bagi tim di lapangan.
"Kondisi cuaca masih menjadi tantangan utama kami. Angin kencang dan gelombang yang cukup tinggi sangat memengaruhi jangkauan serta efektivitas pencarian di laut," ujar Rezie, Jumat (8/5/2026).
Meski demikian, menyerah bukanlah pilihan. Operasi besar-besaran pun digelar. Sebuah sinergi lintas instansi yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Pol Airud, BNPB, hingga Damkar dan relawan nelayan lokal, dikerahkan untuk menyisir setiap jengkal perairan.
Pencarian di hari keempat ini difokuskan pada radius delapan mil laut dari lokasi kejadian. Tim SAR gabungan memecah kekuatan menjadi tiga regu inti.
Mereka menyisir samudera menggunakan rubber boat Basarnas, kapal cepat TNI AL, hingga armada BNPB. Namun, hingga matahari mulai condong ke barat, hasilnya masih nihil.
Baca Juga: Gibran Bakal Menengok Wajah Baru Kampung Nelayan Merah Putih di Labuhan Maringgai
"Kami telah melakukan berbagai cara. Koordinasi lintas instansi terus kami perketat. Kami juga sudah menyebarkan informasi kepada nelayan-nelayan setempat. Jika mereka melihat tanda-tanda atau keberadaan korban, kami meminta mereka segera melapor," tambah Rezie.
Tragedi ini bermula dari sebuah benturan keras di tengah laut. Perahu nelayan yang ditumpangi Ajum diduga tak kuasa menghindari kapal kargo yang melintas di jalur tersebut. Dalam sekejap, perahu itu kehilangan keseimbangan, dan Ajum hilang di balik buih ombak. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Penyelundupan 620 Burung Terbongkar di Pelabuhan Bakauheni: Disembunyikan di Kabin
-
BRI Bayar Dividen, Total Mencapai Rp52,1 Triliun
-
Mimpi Buruk di Pringsewu: Suami Tikam Istri di Depan Anak Hanya karena Pintu Tak Kunjung Dibuka
-
Cinta Terbentur Visa: Pria Singapura yang Jadi Petani di Tanggamus Kini Terancam Deportasi
-
Kesehatan Jadi Penghalang, 15 Jemaah Calon Haji Lampung Terpaksa Tunda Keberangkatan