- Petugas Balai Karantina Lampung menggagalkan penyelundupan 620 burung liar dari Palembang menuju Bekasi pada Kamis, 7 Mei 2026.
- Ratusan satwa tersebut ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di area bagasi, kabin, hingga toilet bus antarprovinsi demi menghindari pemeriksaan.
- Penyelundupan ini mengungkap ancaman serius terhadap populasi satwa liar Sumatera akibat tingginya permintaan pasar burung di Pulau Jawa.
SuaraLampung.id - Di tengah hiruk-pikuk antrean kendaraan yang hendak menyeberangi Selat Sunda, sebuah bus antarprovinsi tampak biasa saja dari luar. Namun, di balik dinding besi dan ruang sempit kabinnya, tersimpan sebuah tragedi lingkungan yang menyesakkan dada.
Kamis (7/5/2026) malam, petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung bersama tim gabungan berhasil membongkar siasat licik penyelundupan satwa.
Sebanyak 620 ekor burung liar berbagai jenis ditemukan berjubel di area yang tak semestinya: ruang sempit bagasi, bagian belakang kabin, hingga area toilet bus.
Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan, mengungkapkan bahwa kondisi ratusan burung tersebut sangat memprihatinkan saat ditemukan. Sebanyak 25 keranjang dan 25 dus diletakkan berhimpitan tanpa sirkulasi udara yang memadai.
"Ratusan burung tersebut disembunyikan rapat di area toilet dan bagian belakang kabin guna menghindari pemeriksaan petugas," ujar Donni.
Dari hasil pendataan, keragaman hayati yang berusaha "dicuri" dari alam Sumatera ini sungguh luar biasa. Mulai dari 220 ekor Jalak Kerbau, 170 Ciblek, hingga jenis eksotis seperti Kepodang dan Burung Madu.
Mirisnya, petugas juga menemukan dua ekor Ekek Layongan—satwa langka yang statusnya dilindungi oleh negara melalui Peraturan Menteri LHK.
Pengakuan sang sopir bus mengungkap betapa murahnya harga sebuah ekosistem. Ia mengaku mengangkut ratusan nyawa bersayap itu dari sebuah agen di Palembang dengan tujuan Jatiwarna, Bekasi Timur. Untuk aksi berisiko tinggi tersebut, ia hanya dibayar sebesar Rp2 juta.
"Sopir mengaku menerima upah Rp2 juta untuk membawa seluruh burung itu ke Pulau Jawa," tambah Donni.
Baca Juga: Penyelundupan 1.532 Burung dalam Kardus Bekas Digagalkan di Tol Bakter
Nilai yang sangat kecil jika dibandingkan dengan dampak kerusakan alam yang ditimbulkan akibat hilangnya ratusan burung pengendali hama dan penyebar biji-bijian di hutan Sumatera.
Direktur Eksekutif FLIGHT, Marison Guciano, menilai penyitaan ini hanyalah fenomena puncak gunung es. Tingginya permintaan pasar burung di Pulau Jawa telah menempatkan populasi burung liar Sumatera dalam posisi yang sangat terancam.
"Burung-burung Sumatera terus mendapatkan tekanan akibat skala perdagangan ilegal yang sangat masif. Mereka kini dihadapkan pada krisis populasi," tegas Marison.
Data dari FLIGHT menunjukkan angka yang mengerikan: sedikitnya 300 ribu burung asal Sumatera telah disita petugas dalam delapan tahun terakhir saat hendak diselundupkan ke Jawa.
Keberadaan 11.100 toko burung dan 125 pasar burung di Pulau Jawa menjadi mesin penyedot yang tak pernah puas, terus membutuhkan pasokan dari hutan-hutan Sumatera. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Penyelundupan 1.532 Burung dalam Kardus Bekas Digagalkan di Tol Bakter
-
Drama Penggagalan Penyelundupan Burung di Balik Jok Bus di Pelabuhan Bakauheni
-
Kicauan Kebebasan di Tahura Wan Abdul Rachman: 942 Ekor Burung Kembali ke Habitatnya
-
Adu Cerdik di Gerbang Bakauheni: Bongkar Taktik Pintu Sabu 36 Kg yang Gagal Diselundupkan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Penyelundupan 620 Burung Terbongkar di Pelabuhan Bakauheni: Disembunyikan di Kabin
-
BRI Bayar Dividen, Total Mencapai Rp52,1 Triliun
-
Mimpi Buruk di Pringsewu: Suami Tikam Istri di Depan Anak Hanya karena Pintu Tak Kunjung Dibuka
-
Cinta Terbentur Visa: Pria Singapura yang Jadi Petani di Tanggamus Kini Terancam Deportasi
-
Kesehatan Jadi Penghalang, 15 Jemaah Calon Haji Lampung Terpaksa Tunda Keberangkatan