- BKSDA Bengkulu melepasliarkan 942 burung sitaan perdagangan ilegal ke kawasan Tahura Wan Abdul Rachman, Lampung, pada April 2026.
- Aksi tersebut dilakukan saat peringatan Hari Bumi untuk memulihkan ekosistem hutan Sumatera serta melawan praktik perdagangan satwa ilegal.
- Pihak BKSDA menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga Lampung sebagai pintu gerbang strategis melawan perburuan satwa liar.
SuaraLampung.id - Pagi itu di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman, Bandar Lampung, kesunyian hutan pecah oleh suara yang tidak biasa. Bukan sekadar kicauan tunggal, melainkan sebuah simfoni besar dari 942 pasang sayap yang serentak mengepak menjemput udara bebas.
Bagi ratusan burung ini, perjalanan menuju kebebasan bukanlah jalan yang mudah. Sebelum sampai di rimbunnya pepohonan Bandar Lampung, mereka adalah "penyintas" dari pengapnya kandang sempit di jalur gelap perdagangan satwa ilegal sepanjang tahun 2026.
Pelepasliaran besar-besaran ini bukan tanpa alasan. Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia sekaligus menyongsong Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu melalui Seksi KSDA Wilayah III Lampung memilih untuk memberikan kado terbaik bagi alam dengan mengembalikan penghuninya.
"Pelepasliaran ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah simbol perlawanan terhadap perdagangan ilegal dan komitmen nyata kami mengembalikan satwa ke habitat asalnya," ujar Itno Itoyo, Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Kamis (23/4/2026).
Di antara ratusan burung yang dilepaskan, nampak keindahan warna-warni Poksai Mandarin dan Poksai Mantel. Ada pula Srigunting Kelabu yang gagah, Kutilang Emas yang lincah, hingga suara melengking Cucak Janggut dan Pleci (Kacamata Gunung) yang mungil.
Meski sebagian besar bukan termasuk kategori satwa dilindungi undang-undang, keberadaan mereka adalah kunci vital bagi keseimbangan ekosistem hutan Sumatera.
Lokasi geografis Lampung sebagai "pintu gerbang" Pulau Sumatera menjadikannya titik paling rawan sekaligus paling strategis.
Burung-burung ini diketahui berasal dari berbagai pelosok provinsi di Sumatera, mencoba diselundupkan menyeberangi selat menuju pasar-pasar gelap.
Kepala Balai KSDA Bengkulu, Agung Nugroho, menegaskan bahwa Lampung adalah nadi terakhir pertahanan konservasi.
Baca Juga: Antre Panjang, Dokter Kurang: Temuan DPRD Saat Sidak di Puskesmas Bandar Lampung
"Lampung adalah pintu gerbang terakhir. Perannya sangat strategis untuk menekan maksimal aktivitas peredaran satwa liar ilegal dari seluruh Sumatera," tegasnya.
Agung juga menyoroti bahwa perang melawan mafia satwa tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang tangguh untuk memutus rantai pasokan dari hulu ke hilir.
Saat satu per satu pintu kandang dibuka, burung-burung seperti Jalak Kebo dan Cucak Kurincang langsung melesat hilang di balik hijaunya kanopi Tahura. Ada harapan besar yang dititipkan pada kepak sayap mereka.
BKSDA pun menitipkan pesan mendalam kepada masyarakat agar tidak lagi memandang satwa liar sebagai komoditas yang bisa diperjualbelikan.
"Kami mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam perburuan. Biarkan mereka tetap di alam, menjaga hutan yang juga memberi kita kehidupan," tutup Itno Itoyo. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Antre Panjang, Dokter Kurang: Temuan DPRD Saat Sidak di Puskesmas Bandar Lampung
-
Ditangkap di Rajabasa, Jejak Kelam Pencuri Motor yang Tukar Hasil Kejahatan dengan Sabu
-
Jamin Hewan Kurban Sehat, Bandar Lampung 'Bentengi' Ratusan Ternak dengan Vaksinasi PMK
-
Adu Cerdik di Gerbang Bakauheni: Bongkar Taktik Pintu Sabu 36 Kg yang Gagal Diselundupkan
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Kicauan Kebebasan di Tahura Wan Abdul Rachman: 942 Ekor Burung Kembali ke Habitatnya
-
Panggilan ke Baitullah Dimulai! Kloter Pertama Haji Lampung Masuk Asrama 25 April 2026
-
BRI Hadirkan Money Changer di Motaain, Perbatasan RI-Timor Leste: Permudah Akses Valuta Asing
-
Muslihat 'Titip Rokok' Berujung Petaka: Jeratan Pemuda Way Kanan Terhadap Bocah 13 Tahun
-
Pasien RS Meninggal karena Listrik Padam, Ternyata Ulah Komplotan Pencuri Kabel PLN