- Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung melakukan vaksinasi PMK kepada 210 ekor ternak hingga Maret 2026 sebagai proteksi dini.
- Pemerintah Kota memperketat pengawasan lalu lintas hewan di perbatasan guna menjamin kesehatan stok hewan kurban bagi masyarakat.
- Petugas kesehatan melakukan pendampingan kepada peternak lokal agar mampu mendeteksi gejala Penyakit Mulut dan Kuku secara mandiri.
SuaraLampung.id - Gaung Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah mulai terasa. Bagi masyarakat Kota Bandar Lampung, mencari hewan kurban yang tidak hanya gemuk tetapi juga sehat dan bebas penyakit adalah prioritas utama.
Menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kota Bandarlampung melalui Dinas Pertanian mulai bergerak cepat memasang "benteng pertahanan" bagi para hewan ternak.
Langkah ini dilakukan melalui intensifikasi vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) guna memastikan stok hewan kurban di wilayah Kota Tapis Berseri tetap terjaga kualitas dan kesehatannya.
Hingga pengujung Maret 2026, tercatat sebanyak 210 ekor ternak telah berhasil mendapatkan suntikan vaksin. Angka ini merupakan bagian dari alokasi 500 dosis bantuan tahap pertama yang digelontorkan untuk melindungi aset para peternak lokal.
Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Dedeh Ernawati Fauzie, menjelaskan bahwa langkah ini adalah upaya proteksi dini sebelum mobilitas hewan ternak melonjak tajam menjelang hari besar mendatang.
"Pelaksanaan vaksinasi sepanjang Januari hingga Maret telah menyasar beberapa titik strategis. Sebarannya meliputi Kecamatan Tanjung Senang sebanyak 80 ekor, Way Halim 60 ekor, Kedamaian 60 ekor, dan Kemiling 10 ekor," papar Dedeh, Selasa (21/4/2026).
Dinas Pertanian tidak hanya mengandalkan suntikan vaksin. Untuk memberikan jaminan penuh bagi masyarakat, pengawasan lalu lintas ternak di perbatasan kota kini diperketat.
Koordinasi intensif dilakukan dengan pemerintah kabupaten tetangga serta pihak provinsi guna memantau setiap hewan yang masuk ke Bandar Lampung.
Tak hanya itu, tim dokter hewan juga diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan jemput bola. Mereka bertugas memberikan sosialisasi kepada para peternak agar mampu mengenali gejala dini PMK secara mandiri.
Baca Juga: Residivis Tega Cabuli Bocah 10 Tahun di Kamar Mandi Musala Daerah Tanjung Senang
"Kami minta peternak segera melapor jika menemukan gejala mencurigakan. Konsistensi vaksinasi ini akan terus kami lanjutkan hingga seluruh hewan ternak di Bandar Lampung memiliki kekebalan yang cukup," tegas Dedeh. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Residivis Tega Cabuli Bocah 10 Tahun di Kamar Mandi Musala Daerah Tanjung Senang
-
Menelisik Lubang di Kas Daerah: Mengapa Ratusan Rupiah Pajak Bandar Lampung Menguap Begitu Saja?
-
Rayuan Maut Pria Beristri di Balam: Mengajak Anak Bawah Umur 'Staycation' Hingga Digerebek Istri
-
Skandal PTK Khusus Pemkot Bandar Lampung: Sedot Rp3,6 Miliar Uang Rakyat Tapi Sosoknya 'Gaib'
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Jamin Hewan Kurban Sehat, Bandar Lampung 'Bentengi' Ratusan Ternak dengan Vaksinasi PMK
-
Melalui BWLI, Pekerja Perempuan BRI Kembangkan Keterampilan Kepemimpinan secara Intensif
-
BRI: Aspek Keberlanjutan Jadi Bagian Penting untuk Pertumbuhan Bisnis yang Berkualitas
-
Gagal Beraksi untuk Kedua Kalinya, Pelaku Asusila di Way Kanan Kabur Saat Dipergoki Kakak Korban
-
Penyebab 8 Jemaah Calon Haji Asal Lampung Batal Berangkat Tahun Ini