Wakos Reza Gautama
Selasa, 21 April 2026 | 20:14 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengintensifkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung melakukan vaksinasi PMK kepada 210 ekor ternak hingga Maret 2026 sebagai proteksi dini.
  • Pemerintah Kota memperketat pengawasan lalu lintas hewan di perbatasan guna menjamin kesehatan stok hewan kurban bagi masyarakat.
  • Petugas kesehatan melakukan pendampingan kepada peternak lokal agar mampu mendeteksi gejala Penyakit Mulut dan Kuku secara mandiri.

SuaraLampung.id - Gaung Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah mulai terasa. Bagi masyarakat Kota Bandar Lampung, mencari hewan kurban yang tidak hanya gemuk tetapi juga sehat dan bebas penyakit adalah prioritas utama.

Menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kota Bandarlampung melalui Dinas Pertanian mulai bergerak cepat memasang "benteng pertahanan" bagi para hewan ternak.

Langkah ini dilakukan melalui intensifikasi vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) guna memastikan stok hewan kurban di wilayah Kota Tapis Berseri tetap terjaga kualitas dan kesehatannya.

Hingga pengujung Maret 2026, tercatat sebanyak 210 ekor ternak telah berhasil mendapatkan suntikan vaksin. Angka ini merupakan bagian dari alokasi 500 dosis bantuan tahap pertama yang digelontorkan untuk melindungi aset para peternak lokal.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Dedeh Ernawati Fauzie, menjelaskan bahwa langkah ini adalah upaya proteksi dini sebelum mobilitas hewan ternak melonjak tajam menjelang hari besar mendatang.

"Pelaksanaan vaksinasi sepanjang Januari hingga Maret telah menyasar beberapa titik strategis. Sebarannya meliputi Kecamatan Tanjung Senang sebanyak 80 ekor, Way Halim 60 ekor, Kedamaian 60 ekor, dan Kemiling 10 ekor," papar Dedeh, Selasa (21/4/2026).

Dinas Pertanian tidak hanya mengandalkan suntikan vaksin. Untuk memberikan jaminan penuh bagi masyarakat, pengawasan lalu lintas ternak di perbatasan kota kini diperketat.

Koordinasi intensif dilakukan dengan pemerintah kabupaten tetangga serta pihak provinsi guna memantau setiap hewan yang masuk ke Bandar Lampung.

Tak hanya itu, tim dokter hewan juga diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan jemput bola. Mereka bertugas memberikan sosialisasi kepada para peternak agar mampu mengenali gejala dini PMK secara mandiri.

Baca Juga: Residivis Tega Cabuli Bocah 10 Tahun di Kamar Mandi Musala Daerah Tanjung Senang

"Kami minta peternak segera melapor jika menemukan gejala mencurigakan. Konsistensi vaksinasi ini akan terus kami lanjutkan hingga seluruh hewan ternak di Bandar Lampung memiliki kekebalan yang cukup," tegas Dedeh. (ANTARA)

Load More