- Pemerintah Kota Bandar Lampung mengalokasikan anggaran Rp3,6 miliar pada tahun 2025 untuk honorarium 85 Pegawai Tenaga Kontrak Khusus.
- Identitas 85 tenaga kontrak tersebut masih misterius meskipun DPRD Kota Bandar Lampung telah berkali-kali meminta data mereka.
- DPRD Bandar Lampung berencana melibatkan aparat penegak hukum guna menuntaskan masalah transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah tersebut.
SuaraLampung.id - Di koridor pemerintahan Kota Bandar Lampung, ada sebuah tanya yang menggantung di udara, tak kunjung terjawab meski miliaran rupiah sudah digelontorkan.
Ini tentang 85 orang yang disebut sebagai Pegawai Tenaga Kontrak (PTK) Khusus, sekelompok personel "istimewa" yang keberadaannya hingga kini bak bayang-bayang. Terasa di anggaran, namun tak terlihat di catatan publik.
Uang rakyat sebesar Rp3,6 miliar dalam Tahun Anggaran 2025 telah dialokasikan untuk membayar honorarium mereka. Namun, siapa sebenarnya para pemilik nama di balik daftar gaji tersebut?
Hingga Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diparipurnakan, identitas mereka masih menjadi rahasia yang terkunci rapat.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) LHP BPK DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Widodo, tak bisa menyembunyikan kegeramannya. Berkali-kali pihak legislatif meminta kejelasan, berkali-kali pula mereka membentur tembok bisu.
“Kami sudah meminta daftar nama 85 PTK Khusus itu. Namun sampai sekarang datanya belum kami terima,” ujar Agus saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandar Lampung, Jumat (17/4/2026) dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Ketertutupan ini bukan sekadar urusan administratif. Ini adalah soal transparansi. Bagaimana mungkin dana miliaran rupiah keluar dari kas daerah tanpa publik tahu siapa penerimanya?
Di tengah tuntutan tata kelola pemerintahan yang bersih, fenomena "pegawai misterius" ini jelas menjadi noda dalam akuntabilitas daerah.
Berdasarkan data yang dihimpun, PTK Khusus ini bukanlah tenaga kontrak biasa. Mereka ditempatkan di pos-pos strategis, mulai dari urusan ekonomi, infrastruktur, hukum, hingga teknologi informasi.
Baca Juga: Pagar Makan Tanaman: Motor Pria Ini Digondol Rekan Kerja Sendiri di Kawasan Panjang
Saku mereka pun terisi cukup tebal. Seorang koordinator PTK Khusus membawa pulang honorarium Rp8 juta per bulan, sementara para anggotanya mengantongi Rp5 juta per bulan.
Angka yang jauh melampaui rata-rata pendapatan tenaga kontrak pada umumnya, namun ironisnya, kontribusi dan sosok mereka tetap gelap.
Misteri PTK Khusus ini hanyalah puncak gunung es dari sederet persoalan keuangan di Bandar Lampung. Pansus LHP BPK mencatat ada 41 temuan yang mengganjal. Meski 22 temuan administrasi diklaim telah rampung, masih ada 19 rekomendasi keuangan yang kini menjadi "bola panas".
Pihak DPRD kini tak mau lagi sekadar menunggu. Langkah tegas mulai dirancang. Agus Widodo menegaskan bahwa perlu ada keterlibatan aparat penegak hukum agar persoalan ini tidak menguap begitu saja.
“Perlu ada semacam shock therapy. Kami mendorong Inspektorat untuk bekerja sama dengan bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri,” tegas Agus.
Berita Terkait
-
Pagar Makan Tanaman: Motor Pria Ini Digondol Rekan Kerja Sendiri di Kawasan Panjang
-
Karyawan Leasing di Bandar Lampung Nekat Gadai Mobil Kantor Rp34 Juta Demi Bayar Utang
-
WALHI Sebut Banjir Bandar Lampung Adalah Kejahatan Ekologis Bukan Sekadar Takdir
-
Mencekam! Duel Nyali di Tanjungkarang: Anis Lawan Begal yang Umbar Tembakan di Tengah Hari
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Gak Ada Pemutihan Lagi! Pemprov Lampung Obral Diskon Pajak Kendaraan 50 Persen
-
Ground Clearance Tinggi, Mesin Turbo, Mitsubishi Destinator Exceed Siap Taklukkan Beragam Medan
-
Kronologi Pemuda Dibunuh di Saluran Irigasi Lampung Timur, Polisi Ringkus Tersangka Kedua
-
Tunawisma Ditemukan tak Bernyawa di Gunung Sari Bandar Lampung
-
Lampung Surplus US$ 332 Juta dalam Perdagangan Luar Negeri