- Provinsi Lampung memulai Proyek Strategis Nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik senilai Rp2 hingga Rp3 triliun.
- Pemerintah daerah akan membangun pusat pengolahan sampah modern di lahan seluas 25 hektare kawasan Kotabaru, Lampung.
- Wilayah Lampung Raya wajib menyuplai 1.000 hingga 1.167 ton sampah setiap hari untuk dikonversi menjadi energi listrik.
SuaraLampung.id - Masalah tumpukan sampah yang selama ini menghantui wilayah aglomerasi Lampung Raya bakal segera menemukan solusi emas.
Provinsi Lampung secara resmi memulai langkah besar dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik, atau yang lebih dikenal sebagai Waste to Energy (PSEL).
Proyek yang menelan investasi fantastis di kisaran Rp2 triliun hingga Rp3 triliun ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Saat ini, megaproyek tersebut telah memasuki proses lelang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung, Riski Sofyan, mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah hasil perjuangan panjang untuk menghadirkan teknologi mutakhir di Bumi Ruwa Jurai.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Lampung Timur, proyek PSEL Regional Lampung Raya ini dipastikan akan menjadi tulang punggung pengelolaan lingkungan di masa depan.
"Pihak Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam waktu dekat akan melaksanakan lelang proyek ini. Prosesnya diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga bulan," ujar Riski, Jumat (5/6/2026).
Jika semua berjalan sesuai rencana, groundbreaking atau peletakan batu pertama akan dilaksanakan pada akhir tahun ini atau paling lambat Januari 2027.
Lokasi proyek ambisius ini telah ditetapkan. Lahan seluas 25 hektare di kawasan Kotabaru, tepatnya di dekat Bumi Perkemahan, akan disulap menjadi pusat pengolahan sampah modern.
Tugas berat kini menanti pemerintah daerah. Sebagai penerima manfaat, daerah wajib memastikan pasokan bahan bakar berupa sampah sebanyak 1.000 hingga 1.167 ton setiap harinya.
Baca Juga: Ajaib! Nopianto Berenang Arungi Selat Sunda dalam Gelap Usai Terhempas dari Kapal
Sampah-sampah ini akan disuplai dari rumah tangga dan industri di Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur untuk kemudian dikonversi menjadi energi listrik.
"Daerah memiliki kewajiban menyiapkan lahan dan pematangan lahan, serta menjamin pasokan sampah sesuai ketentuan yang ada," tambah Riski.
Lampung patut berbangga. Proyek PSEL Lampung Raya ini menempatkan Lampung dalam daftar elite daerah dengan pengelolaan sampah tercanggih di Indonesia.
Lampung bersanding dengan kota-kota besar lainnya yang juga tengah memulai proyek serupa, seperti Surabaya Raya, Semarang Raya, Medan Raya, Bekasi, dan Serang Raya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Ajaib! Nopianto Berenang Arungi Selat Sunda dalam Gelap Usai Terhempas dari Kapal
-
Spesialis Curanmor di Bandar Lampung Diringkus, 3 Rekannya Masih Gentayangan
-
Kejar PAD Rp 2,9 Triliun, Hotel dan Restoran Masih Jadi Primadona di Bandar Lampung
-
Jerit Histeris Istri Tersangka Curanmor Lampung Timur: Suami Saya Tidak Melawan Kenapa Ditembak Mati
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Dari Loloskan Adik Ipar hingga Guyuran Duit ke Dewan: Borok Korupsi Arinal Djunaidi
-
Perluas Inklusi Keuangan, BRI Siap Buka Akses Rekening Bagi Masyarakat
-
BRI Multiguna Pre-Approved: Cek Penawaran dan Ajukan via BRImo
-
Armada Ditpolairud Polda Lampung Diterjunkan Lacak 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
-
SAR Lampung Terjunkan 17 Personel Bantu Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda