- Pemkot Bandar Lampung mengimplementasikan sistem QRIS dan E-Report untuk mengoptimalkan transparansi serta efektivitas pengelolaan pajak daerah.
- Langkah digitalisasi ini bertujuan mengamankan target Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp2,9 triliun pada tahun 2026 mendatang.
- Realisasi pajak daerah hingga Juni 2026 mencapai 45 persen berkat kontribusi besar dari sektor perhotelan dan kuliner.
SuaraLampung.id - Era setor pajak secara manual yang berbelit-belit di Kota Bandar Lampung perlahan mulai ditinggalkan. Di balik gemerlap lampu hotel dan kesibukan meja restoran, ada sebuah transformasi yang tengah berlangsung.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kini tengah tancap gas. Senjatanya bukan lagi sekadar kuitansi kertas, melainkan teknologi QRIS dan sistem E-Report.
Targetnya pun tak main-main, yakni mengamankan Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai hampir Rp2,9 triliun pada tahun 2026.
Langkah ini menjadi misi utama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandar Lampung. Kepala Bapenda Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, menegaskan bahwa optimalisasi sistem pembayaran elektronik adalah kunci untuk menutup celah kebocoran dan meningkatkan efektivitas.
"Kami memperluas penerapan sistem pembayaran elektronik guna meningkatkan PAD. Melalui QRIS dan E-Report, setiap rupiah yang disetorkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi lebih transparan dan efektif," ujar Yusnadi, Kamis (4/6/2026).
Dengan sistem ini, pelaporan pendapatan daerah kini bisa dipantau secara real-time. Tak ada lagi ruang untuk negosiasi di bawah meja, karena semua tercatat secara digital.
Upaya digitalisasi ini tampaknya mulai membuahkan hasil manis. Hingga awal Juni 2026, realisasi PAD Kota Bandar Lampung tercatat sudah menyentuh angka 45 persen dari target tahunan.
Sektor perhotelan dan kuliner masih menjadi primadona sekaligus tulang punggung pendapatan kota. Tingginya tingkat okupansi hotel dan geliat usaha restoran di kota berjuluk Tapis Berseri ini terbukti ampuh mendongkrak setoran pajak.
"Rata-rata realisasi berbagai jenis pajak daerah saat ini sudah berada di atas 47 persen. Bahkan, beberapa sektor hampir menyentuh angka 49 persen," tambah Yusnadi. (ANTARA)
Baca Juga: Jerit Histeris Istri Tersangka Curanmor Lampung Timur: Suami Saya Tidak Melawan Kenapa Ditembak Mati
Tag
Berita Terkait
-
Jerit Histeris Istri Tersangka Curanmor Lampung Timur: Suami Saya Tidak Melawan Kenapa Ditembak Mati
-
Tak Perlu Cemas Gaptek, PPDB SMP Bandar Lampung Tetap Buka Pintu Bantuan di Sekolah
-
PSEL Lampung Raya: Kolaborasi Tiga Daerah Demi Terangi Lampung dengan Sampah
-
Parkir Sembarangan di Bandar Lampung, Siap-siap Roda Mobil Anda Diborgol
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas
-
Dari Pengalaman PMI ke Bisnis Kuliner, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar
-
Kabur Usai Tabrak Motor, Mobil Oknum Polisi Malah Hantam Mobil Rekan Seprofesi di Bandar Lampung
-
Modal Printer Rumahan Cetak Uang Palsu, Pria di Lampung Timur Dibekuk Usai Beli Rokok di Warung