- Disdikbud Kota Bandar Lampung menyediakan layanan pendaftaran tatap muka bagi orang tua saat PPDB SMP tahun ajaran 2026/2027.
- Layanan luring disediakan di sekolah untuk membantu pendaftar yang mengalami kendala akses teknologi saat proses pendaftaran daring berlangsung.
- PPDB menyediakan 15.000 kursi SMP negeri dengan fokus pada jalur zonasi dan afirmasi guna menjamin pendidikan inklusif bagi masyarakat.
SuaraLampung.id - Di tengah gempuran digitalisasi yang menuntut segalanya serba cepat dan daring, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung memilih untuk tetap mengedepankan sisi humanis.
Menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP tahun ajaran 2026/2027, pemkot memastikan tidak akan ada orang tua murid yang tertinggal hanya karena kendala teknologi.
Meski sistem pendaftaran dirancang sepenuhnya berbasis online, Disdikbud Bandar Lampung tetap menyiagakan layanan bantuan tatap muka (luring) di setiap sekolah tujuan.
Langkah ini diambil sebagai jaring pengaman bagi para orang tua atau wali murid yang masih kesulitan mengakses platform digital.
“Kami memahami betul bahwa tidak semua calon pendaftar memiliki kemudahan akses internet atau perangkat yang memadai. Kendala teknologi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk sekolah,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, Kamis (4/6/2026).
Ramdhan menegaskan, petugas di sekolah-sekolah akan dengan senang hati mendampingi proses pendaftaran jika orang tua merasa bingung menghadapi layar ponsel atau komputer.
"Jadi, kalau ada yang terkendala teknologi, silakan datang. Kami bantu sampai tuntas," tambahnya.
Secara teknis, PPDB tahun ini masih mengusung skema yang serupa dengan tahun sebelumnya. Ada empat pintu masuk yang bisa dipilih calon siswa: jalur zonasi, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua.
Dari total daya tampung sebanyak 15.000 siswa untuk seluruh SMP Negeri di Kota Tapis Berseri, porsi terbesar dialokasikan untuk jalur afirmasi dan zonasi. Strategi ini bukan tanpa alasan.
Baca Juga: PSEL Lampung Raya: Kolaborasi Tiga Daerah Demi Terangi Lampung dengan Sampah
Disdikbud ingin memastikan bahwa sekolah negeri benar-benar menjadi milik masyarakat sekitar dan dapat diakses oleh keluarga kurang mampu.
“Fokus pada jalur afirmasi dan zonasi adalah komitmen kami untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan merata. Kami ingin setiap anak di Bandar Lampung memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun jarak,” tutup Ramdhan. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Tak Perlu Cemas Gaptek, PPDB SMP Bandar Lampung Tetap Buka Pintu Bantuan di Sekolah
-
PSEL Lampung Raya: Kolaborasi Tiga Daerah Demi Terangi Lampung dengan Sampah
-
Parkir Sembarangan di Bandar Lampung, Siap-siap Roda Mobil Anda Diborgol
-
751 Ribu Kendaraan di Lampung Menunggak Pajak, Jihan Imbau Manfaatkan Program Diskon PKB
-
Gak Ada Pemutihan Lagi! Pemprov Lampung Obral Diskon Pajak Kendaraan 50 Persen