Wakos Reza Gautama
Selasa, 02 Juni 2026 | 13:26 WIB
Bajing loncat yang aksinya viral di media sosial ditangkap aparat Polsek Panjang. [Dok Humas Polresta Bandar Lampung]
Baca 10 detik
  • Seorang pemuda berinisial IP ditangkap Polsek Panjang di Bandar Lampung akibat aksi bajing loncat pada Senin, 26 Mei 2026.
  • Pelaku mencuri muatan truk dengan memanjat kendaraan bergerak bersama tiga rekannya yang saat ini berstatus buron polisi.
  • Aksi pencurian lima karung pupuk tersebut menyebabkan kerugian materiil bagi korban sebesar Rp4,5 juta di Jalan Teluk Ambon.

SuaraLampung.id - Layar ponsel warga Bandar Lampung sempat dihebohkan oleh sebuah video amatir yang memperlihatkan aksi akrobatik berbahaya di tengah jalan raya.

Dalam rekaman yang viral tersebut, seorang pemuda tampak lincah memanjat bak truk yang sedang melaju, merobek terpal, dan menjatuhkan karung-karung muatan ke aspal. Namun, bukannya ketenaran yang didapat, aksi nekat itu justru menjadi tiket emas menuju sel tahanan.

Senin (26/5/2026), pelarian IP (22), sang aktor dalam video tersebut, resmi berakhir. Warga Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang ini diringkus Unit Reskrim Polsek Panjang setelah polisi berhasil mengidentifikasi wajahnya melalui rekaman yang beredar luas tersebut.

Aksi IP bukan sekadar kenakalan jalanan biasa, melainkan praktik kejahatan terorganisir. Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Alfret Jacob Tilukay, mengungkapkan bahwa IP adalah eksekutor lapangan yang memiliki nyali besar.

"Peran IP sangat krusial. Dia yang memanjat truk saat kendaraan masih berjalan, membuka paksa penutup muatan, lalu melemparkan karung pupuk ke jalanan," jelas Alfret dalam konferensi pers, Senin (1/6/2026).

Sementara IP beraksi di atas truk, tiga rekannya yang saat ini masih buron (DPO) bertugas menyapu hasil jatuhan di belakang truk. Mereka mengambil karung-karung tersebut untuk segera dibawa kabur dan dijual ke penadah.

Dalam aksi terakhirnya di Jalan Teluk Ambon, komplotan ini berhasil menggasak lima karung pupuk. Ironisnya, risiko nyawa yang diambil IP hanya dihargai dengan rupiah yang tak seberapa. Dua karung pupuk dilaporkan telah laku dijual dengan harga miring, hanya Rp125 ribu per karung.

"Hasil penjualannya kemudian dibagi rata. Dari tangan pelaku, kami berhasil mengamankan tiga karung sisa yang belum sempat terjual," tambah Alfret.

Meski nilai per karungnya terlihat kecil, total kerugian yang diderita korban akibat kerusakan terpal dan hilangnya muatan mencapai Rp4,5 juta.

Baca Juga: Siasat Komplotan Curanmor Parlente di Bandar Lampung: Sewa Mobil demi Kelabui Satpam Hotel

Polisi menduga IP dan kelompoknya bukanlah pendatang baru di dunia bajing loncat. Rekam jejak mereka kini tengah didalami, karena pola aksi yang rapi menunjukkan mereka sudah berulang kali melakukan hal serupa di wilayah hukum Bandar Lampung.

Kini, IP harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sendirian di balik jeruji besi, sementara identitas tiga rekannya sudah dikantongi petugas.

Kapolresta memberikan peringatan keras agar para pelaku lainnya segera menyerahkan diri sebelum tim opsnal melakukan tindakan tegas.

"Kami imbau segera menyerahkan diri. Identitas kalian sudah kami ketahui, tinggal tunggu waktu saja," tegas Kombes Alfret.

Load More