- Seorang pria berinisial AA melakukan tindakan tidak senonoh terhadap bocah laki-laki di musala Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung.
- Pelaku yang merupakan residivis kasus serupa berhasil ditangkap polisi setelah korban melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya.
- AA terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara berdasarkan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak atas perbuatan bejatnya tersebut.
SuaraLampung.id - Minggu sore (5/4/2026) yang tenang di Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, mendadak berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun.
Di sebuah tempat yang seharusnya menjadi ruang aman dan suci, sebuah musala, sang bocah justru terperangkap dalam skenario bejat seorang predator kambuhan.
Pelaku berinisial AA (29), seorang pria pengangguran, kini harus kembali berhadapan dengan dinginnya jeruji besi setelah aksi tak senonohnya terbongkar.
Namun, yang lebih mengejutkan adalah fakta bahwa AA bukan "pemain baru". Dia merupakan residivis dalam kasus yang serupa.
Tragedi ini bermula sekitar pukul 15.30 WIB, saat korban bersama dua temannya sedang berjalan pulang usai berbelanja di sebuah minimarket.
Di tengah perjalanan, AA menghadang mereka. Dengan raut wajah serius, ia melancarkan jurus bujuk rayunya mengaku ingin menyampaikan "hal penting".
Tanpa menaruh curiga, korban dan teman-temannya mengikuti AA menuju sebuah musala terdekat. Di area tempat wudu, suasana yang sepi dimanfaatkan AA untuk memulai "permainannya".
Ia memisahkan korban dari teman-temannya dengan alasan ingin mengajak bermain, lalu mengarahkan sang bocah masuk ke dalam kamar mandi musala.
"Di dalam kamar mandi itulah, pelaku diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap korban," ungkap Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga: Menelisik Lubang di Kas Daerah: Mengapa Ratusan Rupiah Pajak Bandar Lampung Menguap Begitu Saja?
Meski masih sangat belia, naluri korban untuk menyelamatkan diri bekerja dengan cepat. Dalam kondisi ketakutan luar biasa, ia berhasil melarikan diri dari cengkeraman AA dan berlari pulang ke rumah. Dengan isak tangis, korban menceritakan semua perlakuan bejat yang dialaminya kepada orang tuanya.
Mendengar pengakuan sang anak, amarah keluarga tak terbendung. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk memburu pelaku. AA berhasil ditemukan dan langsung diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.
Status AA sebagai residivis menjadi catatan merah bagi pihak kepolisian. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku memiliki kecenderungan untuk terus mengulangi perbuatannya jika tidak diberikan hukuman yang memberikan efek jera maksimal.
Kini, AA dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya pun tidak main-main: maksimal 15 tahun kurungan penjara.
"Saat ini pelaku sudah dilakukan penahanan dan menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami kasusnya," tegas Kompol Gigih.
Berita Terkait
-
Menelisik Lubang di Kas Daerah: Mengapa Ratusan Rupiah Pajak Bandar Lampung Menguap Begitu Saja?
-
Rayuan Maut Pria Beristri di Balam: Mengajak Anak Bawah Umur 'Staycation' Hingga Digerebek Istri
-
Skandal PTK Khusus Pemkot Bandar Lampung: Sedot Rp3,6 Miliar Uang Rakyat Tapi Sosoknya 'Gaib'
-
Pagar Makan Tanaman: Motor Pria Ini Digondol Rekan Kerja Sendiri di Kawasan Panjang
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu