- Petugas Balai Karantina Lampung menggagalkan penyelundupan 172 ekor burung ilegal di Pelabuhan Bakauheni pada Sabtu, 6 Juni 2026.
- Satwa tersebut disita dari truk yang hendak menyeberang menuju Tangerang karena tidak dilengkapi dokumen karantina yang sah.
- Pelaku penyelundupan memanfaatkan sopir truk sebagai kurir untuk mengirim ratusan burung tanpa pemeriksaan kesehatan sesuai peraturan perundang-undangan.
SuaraLampung.id - Upaya penyelundupan ratusan burung melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, kembali gagal, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.16.
Awalnya sebuah truk melaju perlahan menuju ramp dermaga hendak menyeberang ke Pulau Jawa. Namun, naluri tajam petugas Balai Karantina Lampung mencium sesuatu yang janggal.
Saat diberhentikan dan diperiksa, petugas tidak hanya menemukan barang muatan resmi. Di atas kabin kendaraan, enam keranjang plastik tersusun rapi.
Tak berhenti di situ, pencarian berlanjut ke dalam ruang kemudi. Di sana, lima kardus tambahan ditemukan tersembunyi. Isinya? Ratusan nyawa bersayap yang dipaksa membisu dalam pengapnya wadah sempit.
Misi penyelundupan satwa dari Palembang menuju Tangerang ini akhirnya berantakan. Dari hasil penghitungan, petugas mengamankan sedikitnya 172 ekor burung yang terdiri dari berbagai spesies yakni 16 ekor Kepodang yang anggun, 3 ekor Poksay Mandarin, 3 ekor Srigunting Kelabu, 100 ekor Jalak Kebo, dan 50 ekor Ciblek.
"Seluruh satwa ini tidak dilengkapi dokumen karantina. Mereka tidak pernah dilaporkan sebagaimana ketentuan yang berlaku," ungkap Kepala Balai Karantina Lampung, Donni Muksydayan, Sabtu (6/6/2026).
Sopir truk yang diamankan mengaku tergiur tawaran muatan tambahan demi mencari penghasilan ekstra. Hanya dengan imbalan Rp400 ribu yang baru akan dibayar saat tiba di Cikupa, Tangerang, sang sopir nekat bertaruh dengan hukum.
Donni menjelaskan bahwa ini adalah modus lama yang terus berulang.
"Pelaku utama biasanya bersembunyi di balik layar. Mereka memanfaatkan kurir atau pengemudi yang sedang butuh uang tambahan untuk menghindari pengawasan petugas," jelasnya.
Baca Juga: Penyelundupan 350 Tabung Gas Elpiji Subsidi ke Sumsel Digagalkan Polisi di Mesuji
Ironisnya, sang sopir bahkan tidak mengenal siapa penerima ratusan burung tersebut. Ia hanya diminta menurunkan "muatan gelap" itu di pinggir jalan tol setelah keluar dari Gerbang Tol Cikupa.
Penyelundupan satwa bukan sekadar urusan dokumen administrasi. Lebih dari itu, ini adalah upaya menjaga keamanan hayati Indonesia. Tanpa pemeriksaan karantina, burung-burung ini berpotensi membawa hama dan penyakit yang bisa mengancam ekosistem di daerah tujuan.
Sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019, setiap hewan yang dilalulintaskan antardaerah wajib dilaporkan dan diperiksa kesehatannya. Kini, truk beserta pengemudi dan 172 ekor burung tersebut tertahan di Kantor Satuan Pelayanan Bakauheni. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Penyelundupan 350 Tabung Gas Elpiji Subsidi ke Sumsel Digagalkan Polisi di Mesuji
-
Penyelundupan Ratusan Burung Terbongkar! Detik-Detik Petugas Cegat Bus di Tol Bakter
-
Gagal Nyebrang ke Jawa! Dua Maling Motor Lampung Timur Diciduk Polisi di Pelabuhan Bakauheni
-
Penyelundupan 620 Burung Terbongkar di Pelabuhan Bakauheni: Disembunyikan di Kabin
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Densus 88 Sikat Provokator Digital di Lampung
-
Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi
-
Misi Besar Menyulap Lampung Menjadi Raksasa Ekonomi Syariah Sumatera
-
Perbaikan Kualitas Aset Perkuat Keyakinan JPMorgan terhadap BBRI
-
Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi