- Petugas gabungan menggagalkan penyelundupan 203 ekor burung liar Sumatra di Tol Bakauheni-Terbanggi Besar pada Sabtu, 30 Mei 2026.
- Aparat menemukan satwa ilegal tersebut disembunyikan dalam bus untuk dikirim dari Medan menuju Pulau Jawa tanpa dokumen resmi.
- Seluruh burung sitaan kini menjalani proses rehabilitasi di fasilitas Seksi KSDA Wilayah III Lampung untuk persiapan pelepasliaran kembali.
SuaraLampung.id - Upaya penyelundupan burung melalui Kilometer 127B Tol Bakauheni-Terbanggi Besar pada Sabtu (30/5/2026) pukul 10.26 WIB digagalkan petugas gabungan.
Petugas menemukan enam keranjang plastik dan tujuh kardus bekas minuman berisi 203 ekor burung liar Sumatra di dalam Bus bernomor polisi BK 7392 LD.
Penyergapan ini bukanlah sebuah kebetulan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu telah lama mengendus adanya pergerakan ilegal satwa liar dari Medan menuju ujung selatan Lampung.
Berbekal informasi akurat dari masyarakat, tim Seksi KSDA Wilayah III Lampung langsung bergerak cepat, berkoordinasi dengan PJR Polda Lampung untuk melakukan penghadangan di jalur tol.
"Kami menemukan 203 ekor burung tanpa dokumen resmi. Mereka disembunyikan dalam wadah-wadah plastik dan kardus," ujar Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo.
Isi kargo gelap itu pun beragam, mencerminkan kekayaan hayati Sumatra yang kini terancam. Mulai dari 27 ekor Cica Daun Kecil yang eksotis, 22 ekor Serindit Sumatra, hingga 120 ekor Kacamata Gunung atau Pleci yang populer di kalangan kolektor.
Tak ketinggalan, empat ekor Kacembang Gadung dan 30 ekor Tepus Tunggir Merah turut menjadi korban dalam pengiriman ilegal ini.
Bagi para penyelundup, burung-burung ini hanyalah komoditas bernilai rupiah. Namun bagi ekosistem, mereka adalah penyebar benih dan penjaga keseimbangan hutan yang tak tergantikan. Keberhasilan pengungkapan ini dianggap sebagai kemenangan kecil dalam perang besar melawan perdagangan satwa liar ilegal.
"Peredaran satwa tanpa dokumen sah masih menjadi ancaman serius terhadap kelestarian hayati kita," tegas Itno.
Baca Juga: Penyelundupan 620 Burung Terbongkar di Pelabuhan Bakauheni: Disembunyikan di Kabin
Dukungan juga datang dari Direktur Eksekutif FLIGHT, Marison Guciano. Ia menilai kemampuan aparat dalam mendeteksi penyelundupan kini kian tajam.
Kolaborasi antara BKSDA, Karantina, Kepolisian, hingga TNI AL menjadi benteng terakhir bagi populasi burung Sumatra agar tidak habis dijarah untuk pasar gelap di Pulau Jawa.
Kini, ratusan burung tersebut tidak akan berakhir di dalam sangkar sempit di sudut kota. Alih-alih menuju pasar, mereka dibawa ke fasilitas rehabilitasi Seksi KSDA Wilayah III Lampung. Di sana, mereka akan dipulihkan kondisinya, memastikan sayap-sayap itu cukup kuat untuk kembali mengepak di habitat aslinya.
Kepala BKSDA Bengkulu, Agung Nugroho, memastikan bahwa pengawasan di jalur-jalur tikus maupun jalur utama distribusi akan terus diperketat.
"Satwa adalah bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga bersama. Kami berkomitmen memperkuat koordinasi lintas instansi," ujarnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Penyelundupan 620 Burung Terbongkar di Pelabuhan Bakauheni: Disembunyikan di Kabin
-
Penyelundupan 1.532 Burung dalam Kardus Bekas Digagalkan di Tol Bakter
-
Drama Penggagalan Penyelundupan Burung di Balik Jok Bus di Pelabuhan Bakauheni
-
Kicauan Kebebasan di Tahura Wan Abdul Rachman: 942 Ekor Burung Kembali ke Habitatnya
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Penyelundupan Ratusan Burung Terbongkar! Detik-Detik Petugas Cegat Bus di Tol Bakter
-
Ujung Jalan Sang Buronan: 6 Tahun Sembunyi, Jejak AYN Akhirnya Terhenti di Kampung Sendiri
-
Kamuflase di Balik Kemudi Mobil: Akhir Pelarian Geng Curanmor Spesialis Hotel di Bandar Lampung
-
Geger Pocong Ketuk Pintu di Bandar Lampung, Modus Rampok atau Iseng? Polisi Beri Jawaban Menohok
-
Rumah Daswati: Menghidupkan Kembali Nadi Sejarah di Jantung Kota Bandar Lampung