- Polres Mesuji menangkap dua pelaku penyelundupan 350 tabung gas subsidi di Jalan Lintas Timur pada Jumat, 29 Mei 2026.
- Pelaku mendistribusikan gas dari Tulang Bawang ke Sumatera Selatan demi keuntungan selisih harga sebesar Rp4.000 per tabung.
- Polisi menyita barang bukti dan kini menyelidiki keterlibatan pemilik pangkalan dalam praktik distribusi ilegal selama tiga bulan terakhir.
SuaraLampung.id - Sebuah praktik lancung distribusi gas bersubsidi dari Lampung menuju Sumatera Selatan berhasil diendus oleh jajaran Polres Mesuji dalam sebuah razia di Jalan Lintas Timur KM 192, tepat di depan Mapolres Mesuji, Jumat (29/5/2026) malam.
Sebanyak 350 tabung gas subsidi yang seharusnya menjadi hak masyarakat Lampung, ditemukan bertumpuk di atas mobil pikap, siap dikirim ke luar jalur resmi demi meraup keuntungan pribadi.
Aksi nekat Misadi (43) dan Edi Prayugo (23) berakhir buntu saat kendaraan mereka dihentikan petugas yang sedang menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).
Alih-alih membawa dokumen resmi, keduanya justru gelagapan saat polisi memeriksa muatan ratusan tabung hijau tersebut.
Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus, mengungkapkan bahwa gas tersebut dibeli dari sebuah pangkalan di Pasar Unit 2, Kabupaten Tulang Bawang, dengan misi dikirim ke Desa Labuhan Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Motif di balik penyelundupan ini adalah mendapat selisih harga. Tersangka membeli gas melon dari pangkalan seharga Rp18.000 per tabung, lalu menjualnya kembali ke warga di Sumatera Selatan dengan harga Rp22.000.
Penyelidikan polisi mengungkap bahwa praktik ini bukanlah aksi perdana. Sejak Maret hingga Mei 2026, setidaknya 7.000 tabung gas subsidi diperkirakan telah bocor keluar wilayah Lampung melalui tangan mereka.
"Jika diakumulasi, ribuan unit tabung telah berpindah tangan secara ilegal dalam tiga bulan terakhir. Ini jelas mengganggu ketersediaan pasokan bagi masyarakat yang benar-benar berhak," tegas Firdaus, Minggu (31/5/2026).
Polisi tidak ingin berhenti hanya pada sopir dan kernet pikap. Fokus penyidikan kini mengarah pada hulu distribusi, yaitu pemilik pangkalan di Tulang Bawang yang dengan sengaja memasok gas subsidi dalam jumlah besar kepada pihak yang tidak memiliki izin distribusi.
Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Terbongkar! Detik-Detik Petugas Cegat Bus di Tol Bakter
"Kami sedang menelusuri keterlibatan pemilik pangkalan. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan ahli dari BPH Migas untuk memperkuat pembuktian," tambah Firdaus.
Saat ini, dua unit mobil pikap dan 350 tabung Elpiji telah disita sebagai barang bukti. Kedua tersangka kini terancam hukuman berat berdasarkan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi serta UU Cipta Kerja.
Berita Terkait
-
Penyelundupan Ratusan Burung Terbongkar! Detik-Detik Petugas Cegat Bus di Tol Bakter
-
Amuk Massa di Mesuji: Warga Bakar Ponpes Nurul Jadid karena Kasus Asusila Pimpinan Pondok
-
Penyelundupan 620 Burung Terbongkar di Pelabuhan Bakauheni: Disembunyikan di Kabin
-
Misteri Avanza di Lintas Timur Mesuji: Polisi Temukan Senpi FN dan Amunisi di Bawah Jok
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Todong Polisi dengan Senpi Rakitan, Bandit Curanmor Lintas Jakarta-Lampung Tewas
-
Penyelundupan 350 Tabung Gas Elpiji Subsidi ke Sumsel Digagalkan Polisi di Mesuji
-
Beraksi Tengah Malam, Pria 44 Tahun di Tanggamus Nekat Jarah Kabel Proyek
-
Jarah Harta Rp 86 Juta, Remaja 16 Tahun Asal Pringsewu Habiskan untuk Judol dan Dugem
-
Geger Teror Pocong di Lampung Timur: Ternyata Rekayasa AI Buatan 7 Bocah Ingusan