- GA (19) melakukan kekerasan seksual terhadap Melati (13) di Way Kanan melalui manipulasi pesan singkat pada Februari 2026.
- Pelaku kembali melancarkan aksi bejatnya di area kebun sawit setelah memanipulasi korban dengan janji manis pada Maret 2026.
- Polres Way Kanan telah menangkap pelaku untuk menjalani proses hukum setelah ayah korban melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.
SuaraLampung.id - Di balik layar ponsel pintar, sebuah pesan WhatsApp tampak biasa saja. GA (19), seorang pemuda dari Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, mengirimkan pesan kepada Melati (13), bukan nama sebenarnya, dengan dalih meminta tolong.
Namun, siapa sangka, pesan singkat berisi permintaan membelikan rokok itu adalah pintu masuk menuju labirin trauma yang akan mengubah hidup Melati selamanya.
Kini, GA harus berhadapan dengan dinginnya sel tahanan Unit PPA Satreskrim Polres Way Kanan. Ia diringkus setelah serangkaian aksi bejatnya terhadap Melati terungkap, meninggalkan luka psikologis yang teramat dalam bagi korban yang masih duduk di bangku sekolah tersebut.
Kejadian bermula pada Februari 2026. Dengan licik, GA memanfaatkan nama istrinya untuk menjerat korban. Ia meminta Melati mengantarkan rokok ke rumah kontrakannya, mengklaim bahwa itu adalah pesanan sang istri.
Setibanya di lokasi, harapan Melati untuk bertemu sosok perempuan yang dikenalnya pupus. Di sana hanya ada GA. Tanpa basa-basi, pemuda itu langsung menunjukkan watak aslinya.
Ancaman kekerasan fisik digunakan untuk membungkam keberanian Melati. Di bawah tekanan dan rasa takut yang luar biasa, persetubuhan itu terjadi.
Sebelum membiarkan Melati pulang, GA kembali melontarkan ancaman agar korban tutup mulut, terutama kepada istrinya.
Nafsu bejat GA ternyata tak berhenti di situ. Sebulan kemudian, pada Maret 2026, pola manipulasi kembali dijalankan.
Kali ini dengan janji manis jalan-jalan dan dibelikan makanan enak. Bagi anak seusia Melati, tawaran itu mungkin terdengar menyenangkan.
Baca Juga: Berakhir di Pasar Malam: Pelarian Pemuda Pringsewu Usai Hancurkan Masa Depan Gadis 14 Tahun
Namun, di tengah perjalanan, GA sengaja mengalihkan rute. Motor yang mereka tumpangi melaju menjauhi keramaian, menuju kesunyian kebun sawit yang rimbun. Di tengah kondisi korban yang tak berdaya dan jauh dari jangkauan bantuan, GA kembali melakukan aksi bejatnya.
"Dalam kondisi korban yang tak berdaya karena ancaman, tersangka berhasil menyetubuhi korban kembali," ungkap Plh Kasat Reskrim Polres Way Kanan Iptu Prayugo Widodo, Rabu (22/4/2026).
Aksi predator ini akhirnya kandas setelah Melati tak lagi mampu membendung rasa trauma yang menyiksanya. Kejanggalan perilaku sang anak akhirnya tercium oleh ayah kandungnya.
Bak petir di siang bolong, pengakuan jujur Melati membuat sang ayah geram dan segera membawa kasus ini ke jalur hukum.
Polres Way Kanan bergerak cepat mengamankan pelaku untuk memastikan keadilan bagi korban. Kini, selain proses hukum yang menanti GA, perhatian utama dialihkan pada pemulihan kondisi mental Melati yang mengalami trauma berat.
Berita Terkait
-
Berakhir di Pasar Malam: Pelarian Pemuda Pringsewu Usai Hancurkan Masa Depan Gadis 14 Tahun
-
Kepulangan Ibu yang Berujung Tangis: Sang Anak Dihabisi Masa Depannya di Kandang Kambing
-
Gagal Beraksi untuk Kedua Kalinya, Pelaku Asusila di Way Kanan Kabur Saat Dipergoki Kakak Korban
-
Residivis Tega Cabuli Bocah 10 Tahun di Kamar Mandi Musala Daerah Tanjung Senang
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas
-
Dari Pengalaman PMI ke Bisnis Kuliner, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar
-
Kabur Usai Tabrak Motor, Mobil Oknum Polisi Malah Hantam Mobil Rekan Seprofesi di Bandar Lampung
-
Modal Printer Rumahan Cetak Uang Palsu, Pria di Lampung Timur Dibekuk Usai Beli Rokok di Warung