- Seorang pria berinisial M (61) ditangkap karena melakukan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Seputih Surabaya.
- Pelaku melancarkan aksinya sejak Januari 2026 di kandang kambing miliknya dengan modus memberikan jajanan serta uang kepada korban.
- Tim Tekab 308 Polsek Seputih Surabaya menangkap pelaku pada 21 April 2026 setelah menerima laporan dari ibu korban.
SuaraLampung.id - Bagi banyak pekerja migran, kepulangan ke rumah adalah momen yang paling dinanti. Ada rindu yang ingin ditumpahkan dan pelukan yang ingin didekap erat.
Namun, bagi seorang ibu di Seputih Surabaya, Lampung Tengah, kepulangannya pada medio April ini justru menjadi pembuka tabir gelap yang menghancurkan hatinya.
Bukan tawa riang sang buah hati yang ia dapati, melainkan sebuah pengakuan pilu yang mengiris kalbu. Anaknya, yang masih di bawah umur, menyimpan rahasia kelam tentang sosok "predator" yang selama ini bersembunyi di balik wajah renta seorang tetangga.
M (61), seorang pria yang seharusnya menjadi figur kakek yang mengayomi, justru menjadi mimpi buruk bagi korban. Sejak Januari 2026, M diduga telah melancarkan aksi bejatnya dengan modus yang sangat klasik namun mematikan bagi psikis anak yakni rayuan jajanan dan uang receh.
Bujukan itu hanyalah pintu masuk. Begitu korban berada dalam jangkauannya, M merubah wajahnya menjadi sosok yang mengancam. Lokasi yang dipilih sebuah kandang kambing milik pelaku.
Di sana, di antara aroma tanah dan ternak, masa depan seorang anak dirampas berkali-kali di bawah ancaman yang membungkam mulut kecilnya selama berbulan-bulan.
Rahasia itu tersimpan rapat hingga sang ibu pulang dari perantauan pada 20 April 2026. Merasa memiliki sandaran dan perlindungan, korban akhirnya berani bersuara. Isak tangis pecah saat sang anak menceritakan luka fisik dan trauma mendalam yang ia alami di kandang tersebut.
Tak butuh waktu lama, keadilan langsung bergerak. Hanya berselang sehari setelah laporan resmi masuk, Tim Tekab 308 Presisi Polsek Seputih Surabaya langsung mengepung kediaman M. Sang "Predator Senja" itu tak berkutik saat polisi menjemputnya pada Selasa (21/4/2026).
Polisi turut mengamankan pakaian korban sebagai bukti bisu atas kejahatan yang terjadi. Kapolsek Seputih Surabaya, AKP Mahdum Yazin, menegaskan bahwa tidak ada tempat persembunyian bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak.
Baca Juga: Gagal Beraksi untuk Kedua Kalinya, Pelaku Asusila di Way Kanan Kabur Saat Dipergoki Kakak Korban
"Kejahatan terhadap anak adalah pelanggaran serius. Kami tidak akan memberikan ruang. Pelaku akan diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku demi melindungi generasi penerus bangsa," tegas AKP Mahdum Yazin.
Berita Terkait
-
Gagal Beraksi untuk Kedua Kalinya, Pelaku Asusila di Way Kanan Kabur Saat Dipergoki Kakak Korban
-
Berangkat Sekolah, Pelajar di Lampung Tengah Malah Ditodong Sajam dan Motornya Dirampas
-
Amuk Massa di Padang Ratu: Vigilante yang Hajar Terduga Pelaku Curanmor Sampai Mati Diringkus Polisi
-
Usai Bacok Kepala Kampung di Lampung Tengah, Pelarian Adik Ipar Berakhir di Tangan Polisi
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal
-
Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander
-
Fotografer di Lampung Timur Dibantai: Pelaku Diciduk di Bakauheni
-
Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api
-
Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru