- Seorang pria berinisial AS meninggal dunia akibat pengeroyokan massa di Padang Ratu, Lampung Tengah, pada 11 April 2026.
- Polres Lampung Tengah menangkap lima orang dan menetapkan tiga tersangka atas aksi kekerasan yang menewaskan korban tersebut.
- Tiga tersangka kini terancam hukuman pidana berdasarkan pasal pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang sesuai undang-undang berlaku.
SuaraLampung.id - Sabtu malam, 11 April 2026, Jalan Kampung Sri Agung hingga Bandar Sari, Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah, berubah menjadi panggung drama yang mencekam.
Aroma karet terbakar dari sebuah sepeda motor dan teriakan massa yang kalap memecah kesunyian malam. Di tengah keriuhan itu, AS (24), seorang pemuda asal Anak Tuha, tersungkur tak berdaya di bawah injakan dan pukulan membabi buta.
Niat warga awalnya mungkin sederhana hanya mengamankan lingkungan dari dugaan tindak pidana pencurian. Namun, emosi yang meledak melampaui batas kewajaran.
AS yang sudah terkulai masih terus dihujani kekerasan fisik hingga harus dilarikan ke RSUD Demang Sepulau Raya. Sayang, napasnya berhenti sebelum keadilan hukum sempat menyentuhnya. Ia dinyatakan meninggal dunia.
Kematian AS tidak dibiarkan menguap begitu saja. Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Tengah bergerak cepat. Hanya berselang dua hari dari peristiwa maut tersebut, tepatnya pada Senin (13/4/2026), polisi berhasil mengamankan lima orang yang diduga kuat sebagai motor di balik aksi anarkis tersebut.
Setelah pemeriksaan intensif dan pencocokan alat bukti, tiga pria kini resmi mengenakan baju tahanan oranye. Mereka adalah NPS (21), AS (24), dan LA (33). Sementara dua lainnya masih berstatus saksi.
“Para tersangka mengakui telah melakukan kekerasan secara bersama-sama. Mereka memukul dan menginjak-injak tubuh korban hingga mengakibatkan nyawa melayang,” ujar Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Devrat Aolia Arfan, Kamis (16/4/2026).
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang menjadi saksi bisu kebrutalan malam itu. Kerangka sepeda motor yang hangus terbakar, beberapa unit ponsel, hingga pakaian milik para pelaku.
AKP Devrat memberikan penegasan keras mengenai fenomena "main hakim sendiri" yang masih kerap terjadi di masyarakat.
Baca Juga: Usai Bacok Kepala Kampung di Lampung Tengah, Pelarian Adik Ipar Berakhir di Tangan Polisi
Meski ada informasi awal bahwa korban terlibat dalam dugaan pencurian, hal itu sama sekali tidak membenarkan tindakan warga untuk mencabut nyawa seseorang.
“Tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan dalam bentuk apapun. Apapun latar belakangnya, kekerasan yang menyebabkan kematian adalah tindak pidana serius. Setiap pihak yang terlibat harus bertanggung jawab di depan hukum,” tegas AKP Devrat.
Kini, para pelaku tak lagi bisa bersembunyi di balik dalih "keamanan warga". Mereka dijerat dengan Pasal 262 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP (KUHP Baru) terkait pengeroyokan yang mengakibatkan kematian.
Berita Terkait
-
Usai Bacok Kepala Kampung di Lampung Tengah, Pelarian Adik Ipar Berakhir di Tangan Polisi
-
Mencekam! Duel Nyali di Tanjungkarang: Anis Lawan Begal yang Umbar Tembakan di Tengah Hari
-
Dendam di Balik Aib yang Terbongkar: Pria di Lampung Tengah Tikam Mantan Istri karena Sakit Hati
-
Dikira Korban Kecelakaan, Warga Baradatu Kaget Pria yang Ditolongnya Ternyata Pencuri Motor
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik
-
Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot