- MAH menebas kakak iparnya yang merupakan Kepala Kampung Donoarum saat terjadi konflik keluarga pada 29 Maret 2026.
- Setelah buron selama 15 hari, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku di kawasan industri Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).
- Penyidik menyita senjata tajam sebagai barang bukti dan menjerat pelaku dengan Pasal 466 UU Nomor 1 Tahun 2023.
SuaraLampung.id - Pepatah "sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga" sangat tepat menggambarkan pelarian MAH (35). Setelah 15 hari bersembunyi dari kejaran polisi usai menebas kakak iparnya sendiri, yang merupakan Kepala Kampung Donoarum, pelarian pria ini akhirnya kandas di sebuah kawasan industri di Bandar Lampung.
Insiden berdarah yang mengguncang ketenangan warga Kecamatan Seputih Agung ini bermula dari konflik keluarga yang memanas. Namun, siapa sangka, perselisihan itu berujung pada aksi brutal yang hampir merenggut nyawa.
Minggu sore, 29 Maret 2026, suasana di Kampung Donoarum mendadak mencekam. Isu cekcok antara MAH dan kakak iparnya, PI (49), memuncak. Meski sempat dilerai oleh warga sekitar, api amarah di hati MAH rupanya belum padam.
Seolah sudah gelap mata, MAH kembali mendatangi PI dengan menenteng senjata tajam. Tanpa banyak bicara, serangan membabi buta dilancarkan.
Sang Kepala Kampung terjatuh bersimbah darah, sementara MAH langsung melesat menghilang ke kegelapan malam, memulai drama pelariannya.
Tim Tekab 308 Presisi Polsek Terbanggi Besar tidak tinggal diam. Di bawah komando Kapolsek AKP Dailami petugas melacak jejak MAH yang licin. Selama dua minggu, pelaku berpindah-pindah lokasi untuk mengelabui petugas yang terus membuntutinya.
"Pelaku sempat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari petugas. Namun, berkat kerja keras tim di lapangan, persembunyiannya berhasil kami kunci," ujar AKP Dailami, Rabu (15/4/2026).
Titik terang muncul pada Selasa siang (14/4/2026). MAH terdeteksi berada di kawasan industri Way Lunik, Panjang, Bandar Lampung. Tanpa perlawanan berarti, ia diringkus polisi sebelum sempat melarikan diri lebih jauh lagi.
Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti yang mengerikan: sebilah golok dan satu celurit yang diduga digunakan untuk menganiaya korban. Selain itu, selembar kaos singlet milik pelaku turut disita sebagai penguat bukti di persidangan.
Baca Juga: Dendam di Balik Aib yang Terbongkar: Pria di Lampung Tengah Tikam Mantan Istri karena Sakit Hati
Hingga saat ini, penyidik masih mendalami motif pasti di balik tindakan nekat MAH. Meski indikasi awal mengarah pada konflik pribadi, polisi ingin memastikan apakah ada unsur perencanaan dalam serangan tersebut.
Kapolsek AKP Dailami menyayangkan aksi kekerasan yang melibatkan hubungan kekeluargaan ini. Ia mengimbau agar masyarakat lebih mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah.
"Kami berkomitmen menindak tegas segala bentuk kekerasan. Kami mengimbau masyarakat agar menyelesaikan permasalahan secara damai dan kekeluargaan, jangan sampai gelap mata dan berakhir di jeruji besi," tegasnya.
Kini, MAH harus melupakan udara bebas. Atas aksi nekatnya, ia dijerat dengan Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Tag
Berita Terkait
-
Dendam di Balik Aib yang Terbongkar: Pria di Lampung Tengah Tikam Mantan Istri karena Sakit Hati
-
Akhir Pelarian di Tanah Banten: Jejak Berdarah Si Manusia Silver yang Bacok Sopir Travel di Balam
-
Cek Fakta Jokowi Terima Suap dari Bupati Lampung Tengah, Benarkah?
-
Mengapa Korupsi Kepala Daerah Kerap Berawal dari Biaya Kampanye Mahal di Lampung?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot
-
Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup