- Sebuah video viral di media sosial menuduh Presiden Jokowi menerima suap emas dari Bupati Lampung Tengah.
- Pemeriksaan fakta Mafindo tidak menemukan bukti kredibel yang mendukung klaim suap tersebut beredar luas.
- Unggahan tersebut memanipulasi foto asli dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait korupsi bupati.
SuaraLampung.id - Sebuah video yang beredar luas di media sosial menimbulkan kehebohan di kalangan warganet. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa Presiden Joko Widodo menerima suap berupa emas batangan dan uang tunai dari Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, lengkap dengan screenshot artikel berita yang tampak meyakinkan.
Unggahan ini langsung mengundang reaksi keras warganet, mulai dari kemarahan hingga pertanyaan tentang integritas pemerintah. Namun, sebelum emosi masyarakat semakin memuncak — perlu diketahui apa kata fakta sebenarnya.
Pada Kamis (11/12/2025) akun Facebook “Andak Rizal” membagikan video [arsip] tangkapan layar artikel berjudul:
“Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Sebut Nama Joko Widodo Menerima Fee Uang Suap Dari Saya Emas Batangan Berat 500 Gram Dan Uang Tunai 8 Miliar Saya Punya Cek Nota Transferannya”.
Tim pemeriksa fakta Mafindo melalui TurnBackHoax.ID menelusuri klaim tersebut secara mendalam dan menemukan fakta yang berbeda jauh dari narasi viral:
Tidak ditemukan bukti valid dari media kredibel yang menyatakan Presiden Jokowi menerima suap dari Bupati Lampung Tengah. Pemeriksaan terhadap kata kunci klaim di mesin pencari Google tidak memberikan hasil yang mendukung narasi tersebut.
Unggahan yang beredar ternyata menggabungkan foto dan narasi yang dimanipulasi, termasuk tangkapan layar artikel yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.
Sumber asli foto yang digunakan dalam unggahan tersebut berasal dari artikel tentang operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, tapi tidak ada kaitannya dengan Presiden Jokowi menerima suap.
Dengan demikian, klaim yang menyudutkan figur Presiden Jokowi adalah konten yang dimanipulasi (manipulated content) — dikemas untuk menyesatkan opini publik.
Baca Juga: Mengapa Korupsi Kepala Daerah Kerap Berawal dari Biaya Kampanye Mahal di Lampung?
Ini yang Terjadi Sebenarnya
Menurut penelusuran, ada laporan OTT di Lampung Tengah yang menangkap beberapa pejabat karena dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang — termasuk penyitaan uang dan emas batangan sebagai barang bukti. Namun, tidak pernah ada pemberitaan resmi yang menyebutkan bahwa Jokowi menerima suap dari bupati tersebut. Unggahan viral ini mencampuradukkan kejadian nyata (OTT KPK) dengan narasi palsu tentang Presiden.
Mengapa Anda Harus Waspada?
Unggahan semacam ini berpotensi besar memicu kemarahan, kegaduhan, dan polarisasi publik tanpa dasar fakta. Di era di mana informasi bergerak sangat cepat:
- Foto dan tangkapan layar bisa dipalsukan secara mudah
- Narasi sensasional sering disebarkan untuk menarik perhatian
- Tanpa verifikasi, klaim palsu bisa merusak reputasi tokoh publik dan menyesatkan masyarakat
- Itulah kenapa penting untuk selalu memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi atau media kredibel sebelum membagikannya.
Klaim bahwa Presiden Joko Widodo menerima suap berupa emas dan uang dari Bupati Lampung Tengah tidak benar. Video dan tangkapan layar yang beredar adalah hasil manipulasi yang mencoba mengaitkan peristiwa OTT KPK dengan narasi palsu yang menyerang figur publik.
Berita Terkait
-
Mengapa Korupsi Kepala Daerah Kerap Berawal dari Biaya Kampanye Mahal di Lampung?
-
Bupati Lampung Tengah Kena OTT KPK dari Partai Apa? Ardito Ternyata Baru Gabung Golkar
-
Bupati Lampung Tengah Kasus Apa? KPK Ungkap Dugaan Suap Rp 5,7 Miliar hingga Penahanan
-
KPK Tangkap Lima Orang Terkait OTT Bupati Lampung Tengah, Begini Awal Kejadiannya
-
Cek Fakta: Viral Video TNI Tangkap Kapal Malaysia Pengangkut Emas Ilegal, Benarkah Terjadi?
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Tidak Sekadar Mudik Gratis, BRI Siapkan Posko Lebaran 2026 dan Berangkatkan 12.352 Pemudik
-
Jangan Sampai Terlewat! Imsak Bandar Lampung 18 Maret 2026, Catat Batas Sahur dan Waktu Subuh
-
Penumpang Naik 5,67 Persen, Bandara Radin Inten Buka 64 Penerbangan Tambahan
-
BRI Santuni 8.500 Anak Indonesia dan Tegaskan Komitmen Peduli Negeri
-
Imsak Bandar Lampung 17 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini