- Tujuh remaja di Desa Toto Projo menyebarkan foto pocong hasil rekayasa kecerdasan buatan melalui media sosial WhatsApp.
- Konten hoaks tersebut memicu kepanikan warga di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, selama beberapa hari terakhir bulan Mei.
- Polisi mengamankan ketujuh remaja tersebut dan mewajibkan mereka membuat video klarifikasi serta surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan.
SuaraLampung.id - Beberapa hari terakhir, warga Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, dibuat panik. Di grup-grup WhatsApp beredar foto dan video sosok putih menyerupai pocong tampak berdiri tegak di depan rumah warga Desa Toto Projo. Narasi yang menyertainya pun mengerikan, teror pocong disebut telah resmi memasuki wilayah mereka.
Warga gaduh. Pintu-pintu dikunci lebih awal, dan rasa waswas menyelimuti para orang tua. Namun, saat tim kepolisian turun tangan untuk menyisir jejak sang makhluk halus, kenyataan yang ditemukan justru jauh lebih modern daripada sekadar kain kafan dan tanah kuburan.
Rahasia di balik penampakan tersebut akhirnya terbongkar pada Sabtu (30/5/2026). Di balik layar ponsel, terdapat tujuh orang anak di bawah umur yang tengah bereksperimen dengan teknologi masa kini.
Bukan ritual pemanggilan arwah yang mereka lakukan, melainkan proses penyuntingan menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Video ini sempat memicu kegaduhan karena narasinya menyebut teror itu sudah sampai di Way Bungur. Setelah kami selidiki, ternyata itu hoaks hasil rekayasa digital,” ungkap Kasatreskrim Polres Lampung Timur, AKP Stefanus Boyoh.
Ide jahil ini lahir pada Rabu malam (27/5/2026). Bermodal kamera ponsel, salah seorang anak mengambil foto suasana jalanan Desa Toto Projo yang sepi dan depan rumah warga yang gelap. Foto polos itu kemudian dikirimkan kepada rekannya yang mahir mengoperasikan aplikasi berbasis AI.
Hanya dengan beberapa sentuhan, aplikasi tersebut melahirkan sosok pocong yang tampak menyatu secara alami dengan latar belakang foto aslinya.
Hasil editan yang terlihat sangat nyata itu kemudian diunggah di status WhatsApp dan disebarkan ke teman-teman mereka.
Tak butuh waktu lama, konten tersebut bocor ke publik dan menjadi liar dengan bumbu-bumbu cerita mistis dari mulut ke mulut.
Baca Juga: Geger Pocong Ketuk Pintu di Bandar Lampung, Modus Rampok atau Iseng? Polisi Beri Jawaban Menohok
Aparat desa dan pihak kepolisian yang mendapatkan laporan segera bergerak. Tak butuh waktu lama bagi Polsek Way Bungur untuk melacak jejak digital para pembuat konten tersebut. Hasilnya, ketujuh remaja tersebut dijemput untuk dimintai pertanggungjawaban.
Bukannya jeruji besi, para pelajar ini dihadapkan pada konsekuensi moral. Di Mapolsek Way Bungur, didampingi orang tua masing-masing yang tampak tertunduk malu, mereka diminta membuat video klarifikasi.
Sebuah janji tertulis pun ditandatangani di atas meterai agar mereka tidak lagi mengulangi perbuatan yang meresahkan masyarakat tersebut.
“Kami berikan pembinaan. Orang tua mereka juga kami panggil untuk memberikan pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan gadget anak-anaknya,” tambah AKP Stefanus.
Berita Terkait
-
Geger Pocong Ketuk Pintu di Bandar Lampung, Modus Rampok atau Iseng? Polisi Beri Jawaban Menohok
-
Gibran Bakal Menengok Wajah Baru Kampung Nelayan Merah Putih di Labuhan Maringgai
-
Pelarian Berakhir di Banten: Komplotan Begal Bersenpi Asal Lampung Timur Takluk
-
Bisnis Syahwat di Sumber Sari Terbongkar: Muncikari dan Lansia Pemilik Rumah Diringkus Polisi
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas
-
Dari Pengalaman PMI ke Bisnis Kuliner, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar
-
Kabur Usai Tabrak Motor, Mobil Oknum Polisi Malah Hantam Mobil Rekan Seprofesi di Bandar Lampung
-
Modal Printer Rumahan Cetak Uang Palsu, Pria di Lampung Timur Dibekuk Usai Beli Rokok di Warung