- Pria berinisial I, seorang manusia silver, melukai sopir travel bernama S menggunakan celurit di Bandar Lampung, 4 Oktober 2025.
- Pelaku melakukan aksi kekerasan tersebut akibat dipicu perselisihan terkait utang piutang anak tirinya di sebuah pos polisi.
- Setelah buron selama enam bulan, polisi berhasil menangkap pelaku di Pandeglang, Banten, pada Jumat, 3 April 2026 dini hari.
SuaraLampung.id - Selama enam bulan terakhir, sosok I (43) mungkin merasa telah berhasil menghapus jejaknya. Pria yang sehari-harinya berbalut cat perak sebagai "manusia silver" di jalanan Bandar Lampung ini, sempat menghilang ditelan bumi usai melakukan aksi nekat yang nyaris merenggut nyawa seseorang.
Namun, sepandai-pandainya ia melompat, pelariannya berakhir di dinginnya borgol polisi. Tim Opsnal Polsek Sukarame berhasil mengendus persembunyian I di wilayah Pandeglang, Banten.
Dalam sebuah penyergapan senyap pada Jumat dini hari (3/4/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, sang buron akhirnya tak berkutik.
Tragedi ini bermula pada sebuah sore yang panas, Sabtu, 4 Oktober 2025. Di bawah lampu merah Jalan Soekarno Hatta, Bandar Lampung (Balam) tepat di depan sebuah Pos Polisi, suasana yang mulanya biasa saja mendadak berubah mencekam.
S (43), seorang sopir travel, datang bersama beberapa rekannya. Tujuannya satu yakni menagih utang kepada anak tiri si manusia silver.
Namun, komunikasi yang buntu justru memicu api amarah. Cekcok mulut pecah, saling tantang tak terelakkan di dalam pos lantas tersebut.
"Diduga tersulut emosi, pelaku kemudian mengambil celurit yang telah disembunyikan di dekat lokasi," ungkap Kapolsek Sukarame, Kompol M Rohmawan, Selasa (7/4/2026).
Tanpa ragu, I mengayunkan senjata tajam tersebut. Sabetan celurit itu mendarat telak di bagian pipi hingga leher sebelah kiri korban.
Darah segar pun membasahi aspal, sementara pelaku langsung memanfaatkan keriuhan untuk melarikan diri, meninggalkan korban yang bersimbah darah.
Baca Juga: Mempertaruhkan Masa Depan di Kursi Ilegal: Nestapa Siswa SMA Siger Bandar Lampung
Sejak sore berdarah itu, polisi terus melakukan penyelidikan intensif. Identitas I sebagai pelaku utama sudah dikantongi, namun keberadaannya yang berpindah-pindah antarprovinsi sempat menyulitkan petugas.
"Pelaku sempat buron cukup lama. Alhamdulillah, kemarin berhasil kita tangkap di Pandeglang, Banten," tambah Kompol Rohmawan.
Kini, sang "manusia silver" tak lagi bisa berdiri di lampu merah untuk mengharap recehan. Ia harus mendekam di sel tahanan Polsek Sukarame untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Berita Terkait
-
Mempertaruhkan Masa Depan di Kursi Ilegal: Nestapa Siswa SMA Siger Bandar Lampung
-
Uang Rakyat Jadi Deposito, DPRD Bandar Lampung Pertanyakan: Mana Laporan Bunganya?
-
Kamuflase di Balik Meja: BPK Ungkap Borok Pengangkatan Pegawai Khusus Wali Kota Bandar Lampung
-
Harga Plastik Meroket Hingga 50 Persen, Pedagang di Bandar Lampung Akui Penjualan Menurun
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Curiga Lampu Tak Mau Nyala, Pemilik Syok Dapati Kabel Rumah Kosongnya Ludes Digasak Maling
-
Selama Ini Petani Cuma Kebagian Ampas, Gubernur Lampung Rombak Rantai Pasok Kakao Rp150 T
-
Buntut Tolak Layani Pria Hidung Belang, Pemandu Lagu di Tubaba Diseret Paksa hingga Terluka
-
Tancap Gas Awal 2027! Proyek PLTP Rajabasa Bakal Serap 2.000 Pekerja, Kuota Lokal 80 Persen
-
Himpitan Ekonomi Berujung Duka: Seorang Kurir Paket di Tanggamus Ditemukan Meninggal Tragis