- BPK menemukan 85 tenaga ahli Pemkot Bandar Lampung diangkat tanpa dasar hukum dan menyedot anggaran Rp3,6 miliar.
- Pihak BKPSDM mengakui temuan tersebut dan telah menghentikan pengangkatan tenaga ahli pasca teguran BPK pada Oktober 2025.
- DPRD Bandar Lampung mengkritik ketidakjelasan mekanisme pengembalian kerugian negara serta buruknya tata kelola keuangan di banyak OPD.
SuaraLampung.id - Di balik ruang-ruang rapat Pemerintah Kota Bandar Lampung, sebuah temuan mengejutkan mencuat ke permukaan.
Bukan soal pembangunan fisik yang mangkrak, melainkan tentang "pasukan khusus" di lingkaran kekuasaan yang diduga dibiayai tanpa dasar hukum yang sah.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengendus adanya keganjilan dalam pengangkatan 85 tenaga ahli dan koordinator.
Masalahnya bukan sekadar urusan berkas administratif yang kurang, melainkan potensi penyimpangan kebijakan yang menyedot kas daerah hingga miliaran rupiah.
Hingga Oktober 2025, Pemkot Bandar Lampung tercatat telah menggelontorkan dana sebesar Rp3,6 miliar hanya untuk menggaji para tenaga ahli ini.
Namun, ada temuan menarik mengenai cara anggaran ini dikelola. Guna menghindari aturan yang ketat, sebutan "Tenaga Ahli" diduga sengaja diubah menjadi Pegawai Tenaga Kontrak (PTK) Khusus.
Meski berganti nama dalam nomenklatur anggaran, tugas mereka tetap sama menjadi pembisik Wali Kota, memberikan saran, kajian, hingga pertimbangan sesuai keahlian masing-masing.
Fasilitas yang diterima pun tergolong mewah untuk ukuran tenaga kontrak. Koordinator mengantongi Rp8 juta per bulan, sementara anggota PTK Khusus menerima Rp5 juta per bulan.
Kepala BKPSDM Kota Bandar Lampung, Zulkifli, tak menampik adanya teguran keras dari auditor negara.
Baca Juga: Harga Plastik Meroket Hingga 50 Persen, Pedagang di Bandar Lampung Akui Penjualan Menurun
"Pada Oktober 2025 kami ditegur oleh BPK karena tidak sesuai aturan. Sejak itu kami melapor ke pimpinan dan tidak lagi melakukan pengangkatan," ungkapnya dalam rapat bersama Pansus DPRD, Selasa (7/4/2026) dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Drama sesungguhnya muncul saat persoalan bergeser ke arah pertanggungjawaban. Ketika ditanya mengenai mekanisme pengembalian potensi kerugian negara akibat kebijakan tanpa payung hukum ini, pihak BKPSDM justru melontarkan jawaban yang membuat anggota dewan mengelus dada.
"Kita tidak tahu ke sana mekanismenya," ujar Zulkifli singkat.
Sontak, pernyataan itu menjadi sasaran empuk kritik legislator. DPRD menilai jawaban tersebut mencerminkan rapuhnya sistem pengawasan internal.
Ketidakjelasan ini dianggap sebagai sinyal buruk bagi tata kelola keuangan daerah yang seharusnya transparan dan akuntabel.
Ketua Pansus, Agus Widodo, membeberkan bahwa temuan BPK kali ini adalah potret gunung es. Ada 13 temuan dengan total 41 rekomendasi yang tersebar di 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Nilai kerugian finansialnya pun fantastis, mencapai Rp3,3 miliar lebih.
Berita Terkait
-
Harga Plastik Meroket Hingga 50 Persen, Pedagang di Bandar Lampung Akui Penjualan Menurun
-
Potret Miris Puskesmas Pinang Jaya: Tembok Mengelupas Hingga Krisis Dokter
-
Siasat Ganti Nama di Balik Gaji Rp3,6 Miliar: Bongkar 85 Pegawai Khusus Wali Kota Bandar Lampung
-
Viral Curanmor di Bawah Flyover Pasar Tugu, Polisi Ringkus 2 Pelaku Asal Lampung Timur
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Selamatkan Putrinya dari Gulungan Ombak, Sang Ayah Gugur Tenggelam di Pantai Tanggamus
-
Curiga Lampu Tak Mau Nyala, Pemilik Syok Dapati Kabel Rumah Kosongnya Ludes Digasak Maling
-
Selama Ini Petani Cuma Kebagian Ampas, Gubernur Lampung Rombak Rantai Pasok Kakao Rp150 T
-
Buntut Tolak Layani Pria Hidung Belang, Pemandu Lagu di Tubaba Diseret Paksa hingga Terluka
-
Tancap Gas Awal 2027! Proyek PLTP Rajabasa Bakal Serap 2.000 Pekerja, Kuota Lokal 80 Persen