- Konflik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak mentah dunia melonjak dan memicu kenaikan harga biji plastik di pasar.
- Pedagang di Pasar Tamin, Bandar Lampung, melaporkan harga plastik meningkat hingga 50 persen sejak selesai libur Idul Fitri.
- Lonjakan harga plastik memberatkan pedagang kecil serta menurunkan daya beli pelanggan terhadap kemasan plastik untuk kebutuhan usaha mereka.
SuaraLampung.id - Siapa sangka, dentuman konflik di langit Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat gaungnya sampai ke pasar-pasar tradisional di Bandar Lampung.
Bukan dalam bentuk mesiu, melainkan dalam wujud harga plastik yang meroket tajam, mencekik para pedagang dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada kemasan transparan ini.
Sejak libur Idul Fitri usai, "badai" harga plastik mulai menyapu kios-kios pedagang. Kenaikannya tak main-main, menyentuh angka 40 hingga 50 persen dari harga normal.
Nasarudin, seorang pedagang plastik di Pasar Tamin, Bandar Lampung, menceritakan bagaimana harga barang dagangannya "berlari" setiap hari.
Kenaikan ini tidak terjadi sekaligus dalam satu malam, melainkan merangkak perlahan namun konsisten—sebuah pola yang justru lebih menyulitkan pedagang menentukan harga jual.
"Naiknya per hari. Hari ini naik Rp2.000, besok naik lagi Rp2.000, tahu-tahu totalnya sudah naik Rp6.000. Kalau dipersentasikan, awalnya cuma 20 persen, sekarang sudah tembus 40 sampai 50 persen dari modal awal," tutur Nasarudin dikutip dari saibumi.com--jaringan Suara.com, Selasa (7/4/2026).
Jenis plastik yang paling terdampak adalah plastik PE, bahan utama pembungkus gula dan plastik es, serta plastik "asoy" (kantong belanja). Keduanya mengalami lonjakan hingga separuh harga dari biasanya.
Awalnya, Nasarudin dan rekan-rekan sesama pedagang mengaku bingung. Apa kaitan antara konflik politik di belahan dunia lain dengan plastik pembungkus gula di Lampung? Jawabannya ada pada bahan baku.
Berdasarkan informasi dari para agen pemasok, ketegangan Iran-Israel telah memicu fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Baca Juga: Potret Miris Puskesmas Pinang Jaya: Tembok Mengelupas Hingga Krisis Dokter
Mengingat plastik adalah produk turunan minyak bumi, maka setiap kenaikan harga minyak mentah secara otomatis akan mengerek biaya produksi biji plastik di pabrik-pabrik besar.
"Informasi dari agen, ini dampak perang Iran-Israel. Ternyata plastik itu terbuat dari minyak mentah, jadi kalau di sana (Timur Tengah) bergejolak, harga di sini ikut terbakar," tambahnya.
Dampak kenaikan ini langsung terasa pada daya beli masyarakat. Pelanggan setianya, yang mayoritas adalah pedagang makanan dan minuman kecil, kini mulai mengerem pembelian.
Plastik yang tadinya menjadi barang murah yang dibeli dalam jumlah besar, kini menjadi barang berharga yang harus diperhitungkan dengan cermat.
"Pelanggan mengeluh. Yang biasanya beli lima pack, sekarang dikurangi jadi tiga atau empat saja. Mereka menyesuaikan modal," kata Nasarudin.
Berita Terkait
-
Potret Miris Puskesmas Pinang Jaya: Tembok Mengelupas Hingga Krisis Dokter
-
Siasat Ganti Nama di Balik Gaji Rp3,6 Miliar: Bongkar 85 Pegawai Khusus Wali Kota Bandar Lampung
-
Viral Curanmor di Bawah Flyover Pasar Tugu, Polisi Ringkus 2 Pelaku Asal Lampung Timur
-
Kakek 90 Tahun Dihantam Besi: Kisah Pilu Marbot di Bandar Lampung Dianiaya Juru Parkir Kafe
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Warga Kotabumi Geger! Buaya Mendadak Muncul di Area Permukiman
-
Maut di Jalinpantim Tulang Bawang: Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan, 2 Tewas Terjepit
-
Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Peduli Bekali 500 Volunteer Kelola Sampah
-
Perkuat Inklusi Keuangan, BRILink Agen di Kawasan Perairan Terpencil Layani 80 Transaksi per Hari
-
Tol Lematang-Panjang Bakal Jadi Jalur Urat Nadi Industri dan Ekspor Lampung