- Seorang pemuda berinisial IP ditangkap Polsek Panjang pada 21 Mei 2026 setelah aksinya mencuri muatan truk viral.
- Pelaku memanjat truk yang sedang melaju di Bandar Lampung untuk menjatuhkan karung pupuk kepada tiga rekannya.
- Polisi berhasil mengamankan pelaku dan kini sedang memburu tiga orang komplotan lainnya yang terlibat dalam pencurian tersebut.
SuaraLampung.id - Di bawah terik matahari Jalan Teluk Ambon, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, sebuah aksi nekat bak adegan film terekam kamera ponsel warga.
Seorang pemuda tampak lincah memanjat bak truk yang tengah melaju, merobek terpal, dan menjatuhkan karung-karung muatan ke aspal panas.
Video itu mendadak viral, memicu kegeraman sekaligus kekhawatiran para sopir logistik yang melintas di kawasan tersebut.
Namun, "panggung akrobat" IP (22) tak bertahan lama. Berkat kekuatan jejak digital yang viral, pelarian warga Kelurahan Pidada ini berakhir di tangan Unit Reskrim Polsek Panjang pada Kamis (21/5/2026) siang.
Kapolsek Panjang, AKP Ipran, menegaskan bahwa identitas pelaku berhasil dikantongi tak lama setelah video aksinya merajai lini masa media sosial.
"Setelah video viral, anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi para pelaku," ungkap Ipran, Kamis (21/5/2026).
Dalam komplotan ini, IP memegang peran paling berisiko. Ia adalah sang eksekutor lapangan yang harus bertaruh nyawa memanjat truk yang sedang berjalan. Tugasnya membuka paksa terpal penutup dan menjatuhkan karung-karung pupuk ke jalanan.
Sementara itu, di belakang truk, tiga rekannya sudah bersiap. Mereka bertugas memungut "harta karun" yang dijatuhkan IP sebelum akhirnya dibawa kabur untuk dijual.
Komplotan ini bukan pemain baru. Polisi menduga mereka sudah berulang kali melakukan aksi serupa dengan modus yang sama.
Baca Juga: Investasi Bandar Lampung Tembus Rp744 Miliar di Awal 2026, Singapura Jadi Investor Paling Royal
"IP ini yang naik ke atas bak truk, membuka terpal, lalu menjatuhkan pupuk. Rekannya mengambil karung yang sudah jatuh. Kami menduga aksi ini bukan yang pertama kali," jelas AKP Ipran.
Meski korban harus menelan kerugian hingga Rp4,5 juta akibat kehilangan muatannya, fakta di balik penjualan barang curian ini justru miris. Dalam aksi terakhirnya, IP dan kawan-kawan berhasil menggasak lima karung pupuk.
Ironisnya, dua karung yang sempat terjual hanya dihargai Rp125 ribu per karung. Uang hasil "taruhan nyawa" itu kemudian dibagi rata untuk keperluan sehari-hari. Beruntung, polisi berhasil mengamankan tiga karung sisa yang belum sempat berpindah tangan.
Meski IP sudah mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Panjang, drama pengejaran belum berakhir. Tiga rekan IP yang identitasnya sudah diketahui polisi kini tengah diburu.
"Kami masih memburu tiga pelaku lainnya. Identitas mereka sudah kami kantongi," tegas Ipran.
Kini, IP harus mempertanggungjawabkan aksi "akrobat" berbahayanya di hadapan hukum. Ia dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang tindak pidana pencurian.
Berita Terkait
-
Investasi Bandar Lampung Tembus Rp744 Miliar di Awal 2026, Singapura Jadi Investor Paling Royal
-
Kakek 75 Tahun di Bandar Lampung Cabuli Bocah Tetangga dengan Modus Rayuan Uang Jajan
-
Jejak Kelam Pecatan TNI AU di Bandar Lampung: Jadi Pengedar Pil Ekstasi
-
Jurnalis Lampung dan Rekan Media Ditahan Israel, AJI Bandar Lampung Kecam Keras
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jaringan Aktivis 98 Lanjutkan Gerakan Warga Peduli Warga di Lampung
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi
-
Pemkot Bandar Lampung Sambut Baik Rencana Guru PPPK Ditarik ke Pusat
-
Benteng Terakhir Sukorahayu: Saat Petani Ikhlas Kehilangan Sawah Demi Damai dengan Gajah