- Realisasi investasi di Kota Bandar Lampung pada Triwulan I tahun 2026 mencapai angka Rp744,6 miliar.
- Singapura menjadi investor asing utama dengan kontribusi modal sebesar Rp195,3 miliar bagi pembangunan daerah tersebut.
- Sektor jasa mendominasi investasi dengan kontribusi 70,39 persen melalui usaha transportasi, pergudangan, perhotelan, dan restoran.
SuaraLampung.id - Memasuki Triwulan I tahun 2026, Kota Bandar Lampung menunjukkan taringnya sebagai magnet investasi yang kian seksi.
Tak tanggung-tanggung, realisasi investasi di ibu kota Provinsi Lampung ini melonjak positif hingga menyentuh angka Rp744,6 miliar dalam tiga bulan pertama saja.
Menariknya, daya tarik Bandar Lampung telah melintasi batas negara. Singapura tercatat sebagai "pemain paling loyal" dalam menyuntikkan modal asing (PMA) dengan nilai mencapai Rp195,3 miliar. Posisi tersebut disusul oleh negara-negara besar lainnya seperti India, Malaysia, Jepang, hingga Spanyol.
"Pertumbuhan investasi ini menjadi indikator positif bahwa Bandar Lampung masih menjadi daerah tujuan investasi yang menarik, baik bagi investor dalam negeri maupun asing," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandar Lampung, Febriana, Kamis (21/5/2026).
Jika kita melihat rupa investasi yang masuk, sektor jasa atau tersier masih menjadi "tulang punggung" utama dengan kontribusi dominan mencapai 70,39 persen. Hal ini terlihat jelas dari menjamurnya usaha perhotelan, restoran, dan geliat sektor transportasi yang kian masif.
Data DPMPTSP menunjukkan bahwa subsektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi memimpin perolehan dengan nilai Rp159,1 miliar. Di posisi kedua, bisnis perhotelan dan restoran mengekor ketat dengan angka Rp154,8 miliar.
Optimisme di awal tahun 2026 ini bukan tanpa dasar. Sebelumnya, pada tahun 2025, Bandar Lampung telah membuktikan ketangguhannya dengan mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp3 triliun. Angka tersebut melampaui target yang dipatok sebesar Rp2,7 triliun.
Keberhasilan melampaui target di tahun lalu seolah menjadi bahan bakar bagi pemerintah kota untuk terus memberikan kemudahan layanan bagi para investor melalui DPMPTSP.
"Angka-angka ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Bandar Lampung cukup tinggi," tambah Febriana. (ANTARA)
Baca Juga: Kakek 75 Tahun di Bandar Lampung Cabuli Bocah Tetangga dengan Modus Rayuan Uang Jajan
Berita Terkait
-
Kakek 75 Tahun di Bandar Lampung Cabuli Bocah Tetangga dengan Modus Rayuan Uang Jajan
-
Berhenti Jadi Budak Pinjol! BEI Lampung Bongkar Rahasia Ubah Utang Jadi Cuan
-
Jejak Kelam Pecatan TNI AU di Bandar Lampung: Jadi Pengedar Pil Ekstasi
-
Jurnalis Lampung dan Rekan Media Ditahan Israel, AJI Bandar Lampung Kecam Keras
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Kedok Penimbun Solar di Pringsewu Terbongkar Saat Sopir Sedang Nyedot BBM
-
Kisah Pilu Kakek Mujiran: Curi Getah Karet demi Cucu yang Kelaparan Berujung Jeruji Besi
-
Kakek 75 Tahun di Bandar Lampung Cabuli Bocah Tetangga dengan Modus Rayuan Uang Jajan
-
Kedok Bisnis Emas: Tipu Rekan Setengah Miliar, Ternyata Nyambi Tambang Ilegal dan Bandar Sabu
-
Berhenti Jadi Budak Pinjol! BEI Lampung Bongkar Rahasia Ubah Utang Jadi Cuan