- BEI Perwakilan Lampung gencar mengedukasi masyarakat mengenai risiko utang pinjaman online bagi keuangan pribadi yang bersifat konsumtif.
- Masyarakat diajak beralih ke investasi pasar modal menggunakan uang dingin agar memiliki aset produktif di masa depan.
- Hingga April 2026, upaya edukasi tersebut berhasil meningkatkan jumlah investor pasar modal di Lampung menjadi 673.737 orang.
SuaraLampung.id - Di balik kemudahan layar ponsel, sebuah ancaman nyata bernama pinjaman online (pinjol) tengah mengintai kantong masyarakat Lampung.
Janji pencairan kilat tanpa syarat rumit seringkali menjadi jebakan Batman yang berujung pada tumpukan utang konsumtif yang mencekik.
Melihat fenomena ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung tidak tinggal diam. Mereka kini tengah gencar "turun gunung", masuk ke berbagai lapisan masyarakat untuk menawarkan sebuah jalan keluar yang lebih sehat yakni investasi di pasar modal.
Kepala BEI Lampung, Hendi Prayogi, mengungkapkan bahwa ketergantungan pada pinjol dipicu oleh keinginan masyarakat untuk mendapatkan uang tunai secara instan demi gaya hidup konsumtif. Padahal, kemudahan itu adalah awal dari rantai utang yang sulit diputus.
"Pinjaman online dinilai lebih instan, syaratnya tidak susah, tapi dampaknya adalah utang konsumtif," ujar Hendi, Rabu (20/5/2026).
Sebagai tandingannya, BEI menawarkan alternatif yang jauh lebih menguntungkan. Alih-alih meminjam uang untuk konsumsi, masyarakat diajak untuk "menanam" uang melalui saham, reksa dana, atau obligasi.
"Investasi pasar modal bisa dimulai dari jumlah yang kecil. Ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang, bukan sekadar memuaskan keinginan saat ini," tambahnya.
Satu pesan krusial yang ditegaskan Hendi adalah prinsip "Uang Dingin". Berinvestasi di pasar modal bukan berarti memindahkan utang pinjol ke saham. Investasi harus menggunakan dana yang tidak digunakan untuk kebutuhan pokok, bukan hasil pinjaman.
"Jangan gunakan uang pinjaman untuk investasi. Itu tidak akan mengurangi beban utang konsumtif Anda," tegas Hendi.
Baca Juga: Penagih Koperasi Dirampok di Siang Bolong, Pelaku Tak Berkutik Dibekuk Polisi
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak asal "nyebur". Dengan lebih dari 900 perusahaan yang melantai di bursa, masyarakat perlu jeli melihat fundamental perusahaan.
"Ada yang fundamentalnya bagus, ada yang kurang. Kita harus belajar melihat kesehatan perusahaan agar investasi kita berbuah manis," jelasnya.
Edukasi ini bukan sekadar imbauan di atas kertas. BEI Lampung telah membangun infrastruktur edukasi yang masif melalui 29 Galeri Investasi yang tersebar di seluruh Provinsi Lampung. Melalui Sekolah Pasar Modal, masyarakat didampingi untuk memahami mekanisme perdagangan hingga manajemen risiko.
Strategi ini terbukti membuahkan hasil. Hingga April 2026, jumlah investor pasar modal di Bumi Ruwa Jurai mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 210.080 investor baru.
Kini, total ada 673.737 orang warga Lampung yang mulai bergeser dari pola pikir "meminjam" ke pola pikir "menabung saham". (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Berhenti Jadi Budak Pinjol! BEI Lampung Bongkar Rahasia Ubah Utang Jadi Cuan
-
Prof Elfahmi Raih 91 Persen Suara, Siap Nakhodai Itera hingga 2030
-
Penagih Koperasi Dirampok di Siang Bolong, Pelaku Tak Berkutik Dibekuk Polisi
-
Jejak Kelam Pecatan TNI AU di Bandar Lampung: Jadi Pengedar Pil Ekstasi
-
Jurnalis Lampung dan Rekan Media Ditahan Israel, AJI Bandar Lampung Kecam Keras