- Militer Israel menahan empat jurnalis Indonesia dari kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan dekat Siprus.
- Penahanan empat jurnalis tersebut memicu kecaman keras dari AJI Bandar Lampung karena dianggap melanggar hukum humaniter internasional.
- AJI Bandar Lampung mendesak Pemerintah Indonesia dan komunitas global segera menekan Israel untuk membebaskan seluruh jurnalis tersebut.
SuaraLampung.id - Perairan internasional di dekat Siprus, 18 Mei 2026. Di atas gelombang yang menderu, kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla membawa lebih dari sekadar bantuan pangan, yakni membawa harapan dan mata dunia.
Namun, sebelum fajar kemanusiaan itu sampai ke pesisir Jalur Gaza, moncong senjata militer Israel lebih dulu mengadang.
Di antara warga sipil yang dicegat dan ditahan, terdapat empat putra terbaik pers Indonesia. Mereka bukan pemanggul senjata, melainkan pembawa kabar.
Mereka adalah Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai Rifan dari Republika, Rahendro Herubowo dari iNews, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV, yang juga merupakan anggota aktif Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung.
Penahanan ini memicu gelombang kemarahan dari tanah air. AJI Bandar Lampung berdiri di garda terdepan, mengecam keras tindakan militer Israel yang dianggap telah mengangkangi hukum internasional dan mencederai kemerdekaan pers.
Ketua AJI Bandar Lampung, Dian Wahyu Kusuma, menegaskan bahwa apa yang menimpa Andre dan rekan-rekan jurnalis lainnya adalah pelanggaran serius terhadap Hak Asasi Manusia.
"Jurnalis yang menjalankan tugas peliputan, terutama di wilayah krisis, dilindungi oleh hukum internasional. Mereka tidak boleh menjadi sasaran intimidasi, apalagi penahanan," tegas Dian dalam pernyataan sikapnya.
Secara hukum, perlindungan terhadap jurnalis bukanlah sekadar imbauan. Mulai dari Pasal 19 Deklarasi Universal HAM hingga Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2222 Tahun 2015, dunia telah sepakat: jurnalis di wilayah konflik harus dihormati sebagai warga sipil.
Menyikapi situasi darurat ini, AJI Bandar Lampung mengeluarkan lima butir pernyataan sikap. Pertama mengutuk keras tindakan brutal militer Israel terhadap jurnalis dan relawan dalam misi damai menuju Gaza tidak bisa ditoleransi.
Baca Juga: Berawal dari Pesta Miras, Siswi SMA di Bandar Lampung 5 Kali Dicabuli Kenalan Baru
AJI menuntut pembebasan tanpa syarat bagi seluruh jurnalis Indonesia dan relawan yang saat ini dalam tawanan.
AJI juga mendesak Pemerintah RI dan Kemlu untuk bergerak cepat secara diplomatik demi keselamatan para WNI di sana.
AJI Menyerukan PBB, UNESCO, dan komunitas global untuk menekan Israel agar menghormati hukum humaniter internasional.
"Kami mengajak seluruh jurnalis di dunia untuk bersuara melawan pembungkaman informasi di wilayah konflik," ujar Dian.
Bagi AJI Bandar Lampung, kasus ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan serangan terhadap hak publik untuk mengetahui kebenaran. Ketika kamera Andre Prasetyo dan rekan-rekannya dipaksa mati, maka ada ribuan suara dari Gaza yang terancam hilang dari pendengaran dunia.
"Kemerdekaan pers adalah fondasi masyarakat demokratis. Serangan terhadap jurnalis di mana pun, termasuk di Palestina, adalah serangan terhadap kita semua," pungkas Dian.
Berita Terkait
-
Berawal dari Pesta Miras, Siswi SMA di Bandar Lampung 5 Kali Dicabuli Kenalan Baru
-
Gagal Nyebrang ke Jawa! Dua Maling Motor Lampung Timur Diciduk Polisi di Pelabuhan Bakauheni
-
Remaja Lampung Timur Tega Gasak Motor Teman Sendiri Saat Menginap di Bandar Lampung
-
Sandiwara Anggota TNI AL Gadungan di Bandar Lampung: Jual Motor Kredit Sendiri Tapi Mengaku Dibegal
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Sebar Video Asusila untuk Teror Pacar di Bawah Umur, Pemuda 19 Tahun di Tubaba Diciduk Polisi
-
Petaka Aksi Standing Motor di Pringsewu: Honda Supra Hantam Pajero, 2 Pemuda Tewas Terpental
-
Kades Ogan Jaya Dikejar Golok Usai Mediasi di Kantor Pemkab Lampung Utara: 2 Tersangka Ditahan
-
BRI Dukung MotoGP Mandalika 2026, Dorong Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal
-
Dukung Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2026, BRI Hadir di Rumah Indonesia Nagoya