- Seorang pelajar bernama Avento Galih Setiawan (15) tewas terseret arus saat bermain air di Pantai Teba, Tanggamus, Senin (18/5/2026).
- Gelombang besar menghantam empat remaja di Pantai Teba pada pukul 15.30 WIB, menyebabkan tiga orang selamat dan satu hilang.
- Tim SAR gabungan menemukan jasad korban dalam kondisi meninggal dunia sejauh 100 meter dari lokasi kejadian pukul 23.38 WIB.
SuaraLampung.id - Senin (18/5/2026) sore, tragedi terjadi di Pantai Teba, Kecamatan Kota Agung Timur, Tanggamus. Seorang pelajar tewas terseret arus.
Avento Galih Setiawan Pranawa (15) bersama tiga rekannya datang ke sana dengan tujuan melepas penat dan bermain air.
Tak ada yang menyangka bahwa canda tawa di antara deburan ombak itu akan menjadi momen terakhir bagi Avento bersama sahabat-sahabatnya.
Pukul 15.30 WIB, suasana ceria seketika berubah menjadi mimpi buruk. Sebuah gelombang besar datang menghantam, menggulung keempat remaja tersebut ke tengah laut. Di tengah kepanikan yang luar biasa, warga sekitar yang melihat kejadian itu bergegas melakukan pertolongan.
Tiga nyawa berhasil diselamatkan dari cengkeraman arus. Namun, nasib berkata lain bagi Avento. Tubuh remaja berusia 15 tahun itu hilang ditelan buih putih, terseret jauh oleh kuatnya arus bawah laut Pantai Teba yang terkenal ganas.
Kabar hilangnya Avento sampai ke meja Pos SAR Tanggamus menjelang petang. Pukul 17.43 WIB, tim rescue bergerak cepat menuju lokasi.
Di bawah langit yang mulai berawan dan kegelapan malam yang perlahan menyelimuti pantai, sebuah operasi kemanusiaan dimulai.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Polairud, Polres, BPBD, hingga Babinsa melakukan penyisiran visual. Lampu-lampu senter memecah kegelapan pantai, mencari tanda-tanda keberadaan sang remaja di antara deburan ombak yang tak kunjung reda.
"Setibanya di lokasi, tim segera melakukan koordinasi dan melaksanakan assessment di titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam," ujar Koordinator Pos SAR Tanggamus, Robi Rusli.
Baca Juga: Dapat Beasiswa Malah Bikin Onar, 3 Pelajar Sudan di Pringsewu Diciduk Imigrasi Bandar Lampung
Setelah berjam-jam ketegangan menyelimuti pencarian, titik terang akhirnya muncul mendekati tengah malam. Pukul 23.38 WIB, tim SAR menemukan Avento. Namun, ia tidak pulang dengan senyum yang sama saat ia berangkat sore tadi.
Avento ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, mengambang sekitar 100 meter dari lokasi awal ia terseret arus. Kesedihan mendalam menyelimuti evakuasi saat jasadnya dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga yang telah menanti dengan hati hancur.
Berita Terkait
-
Dapat Beasiswa Malah Bikin Onar, 3 Pelajar Sudan di Pringsewu Diciduk Imigrasi Bandar Lampung
-
Cinta Terhalang Paspor: WNA Singapura Dideportasi dari Tanggamus Demi Bertemu Istri
-
Masalah Keluarga, Adik Hujamkan Pisau Garpu ke Kakak Kandung dan Istri di Tanggamus
-
Pencarian Nelayan Pandeglang yang Hilang di Perairan Kalianda Dihentikan
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gara-gara Undangan Hajatan, Pria di Lampung Timur Ditembak Mati Kerabat Sendiri
-
Akhir Tragis Satwa Langka: Pembantai Tapir Viral Mesuji Diringkus, Kepala Dipukul Pakai Dongkrak
-
Viral Tuduhan Pungli Rest Area Tol Lampung, Pertamina Patra Niaga Buka Suara
-
Sakit Hati Sering Dimarahi, Plencung Balas Dendam Curi Motor Pelanggan Bengkel Kakak Ipar
-
Lampung Raup Cuan USD 251 Juta di Pasar Global Sepanjang Mei