- Tiga pelajar asal Sudan di Pringsewu diamankan Imigrasi Bandar Lampung karena perilakunya meresahkan warga dan melanggar aturan lingkungan.
- Para pelajar tersebut sering membolos, pulang larut malam, serta terlibat perkelahian yang mengganggu ketenangan masyarakat sekitar selama menetap.
- Kantor Imigrasi memanggil pihak sekolah dan penjamin pada 18 Mei 2026 untuk dimintai pertanggungjawaban terkait lemahnya pengawasan pelajar asing.
SuaraLampung.id - Kehadiran tiga pelajar asal Sudan di Kabupaten Pringsewu, awalnya diharapkan membawa warna baru dalam dunia pendidikan lokal.
Namun, alih-alih mencetak prestasi, ketiga penerima beasiswa ini justru menjadi buah bibir masyarakat karena rentetan perilaku yang jauh dari etika seorang pelajar.
Keresahan warga ini direspons Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung yang akhirnya turun tangan. Pada Senin (18/5/2026), otoritas keimigrasian secara resmi memanggil pihak sekolah dan penjamin beasiswa ketiga siswa asing tersebut untuk dimintai pertanggungjawaban.
Langkah tegas ini diambil setelah tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian menerima rentetan laporan mengenai ulah mereka yang dianggap "kebal aturan".
Berdasarkan pengakuan warga, lingkungan yang tadinya tenang mendadak berubah menjadi tidak nyaman sejak kehadiran mereka.
“Kami mengamankan tiga pelajar tersebut karena adanya informasi dari masyarakat bahwa mereka kerap membuat ketidaknyamanan. Perilaku mereka dilaporkan kurang baik, sering pulang larut malam, dan terang-terangan tidak menaati aturan lingkungan,” ungkap Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Washono.
Kesaksian warga menggambarkan potret kehidupan yang liar. Agus, salah satu warga sekitar, mengungkapkan betapa sulitnya mengatur para pelajar asing ini. Bukan hanya sekadar pulang dini hari, ketiganya dikabarkan kerap terlibat perkelahian yang mengganggu jam istirahat warga.
“Mereka ini sulit diatur dan meresahkan. Kami sudah sering memperingatkan, tapi tidak digubris,” keluh Agus dengan nada kecewa.
Yang lebih mengecewakan, status mereka sebagai pelajar nampaknya hanya formalitas belaka. Agus membeberkan bahwa ketiganya sangat rajin membolos.
Baca Juga: Cinta Terhalang Paspor: WNA Singapura Dideportasi dari Tanggamus Demi Bertemu Istri
Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, mereka hanya masuk sekolah selama satu minggu, sementara dua minggu sisanya dihabiskan dengan berleha-leha dan membuat onar.
Kasus ini kini menjadi sorotan tajam pihak Imigrasi terkait pengawasan dari pihak penjamin. Washono menekankan bahwa ada lubang besar dalam pengawasan dan tanggung jawab penjamin terhadap keberadaan pelajar Sudan ini di Indonesia.
“Kami ingin tahu mengapa pengawasan dari pihak penjamin bisa lepas. Saat ini, ketiganya sudah kami amankan untuk pemeriksaan dokumen paspor dan visa lebih lanjut,” tegas Washono. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Cinta Terhalang Paspor: WNA Singapura Dideportasi dari Tanggamus Demi Bertemu Istri
-
Penderitaan Karyati Korban KDRT di Pringsewu: Ditikam Suami saat Tidur
-
Modus Licin Penipuan Mobil Berkedok Harga Miring yang Menimpa Warga Pringsewu
-
Mimpi Buruk di Pringsewu: Suami Tikam Istri di Depan Anak Hanya karena Pintu Tak Kunjung Dibuka
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gara-gara Undangan Hajatan, Pria di Lampung Timur Ditembak Mati Kerabat Sendiri
-
Akhir Tragis Satwa Langka: Pembantai Tapir Viral Mesuji Diringkus, Kepala Dipukul Pakai Dongkrak
-
Viral Tuduhan Pungli Rest Area Tol Lampung, Pertamina Patra Niaga Buka Suara
-
Sakit Hati Sering Dimarahi, Plencung Balas Dendam Curi Motor Pelanggan Bengkel Kakak Ipar
-
Lampung Raup Cuan USD 251 Juta di Pasar Global Sepanjang Mei