- Seorang suami melakukan penganiayaan berat terhadap istrinya di Pekon Gadingrejo, Pringsewu, pada Rabu malam, 6 Mei 2026.
- Pelaku menyerang korban menggunakan pisau akibat rasa cemburu buta setelah merasa kesal karena pintu rumah terkunci.
- Polisi berhasil menangkap pelaku, sementara korban kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius.
SuaraLampung.id - Keheningan Pekon Gadingrejo, Pringsewu, mendadak pecah oleh jeritan dari sebuah rumah yang menjadi saksi bisu runtuhnya kemanusiaan seorang kepala keluarga, Rabu (6/5/2026), sekitar pukul 22.00 WIB.
Peristiwa ini bermula dari hal yang sangat sepele. Sebuah pintu yang tak segera terbuka. Namun, bagi sang suami yang baru saja pulang bekerja, pintu yang terkunci itu menjadi sumbu ledak bagi amarah yang telah lama dipupuk oleh cemburu buta.
Tanpa pikir panjang, pria yang seharusnya menjadi pelindung keluarga itu berjalan menuju mobilnya, mengambil sebilah pisau, dan merangsek masuk ke dalam rumah.
Di dalam kamar, sang istri tengah terlelap dalam buaian mimpi bersama anak bungsu mereka yang masih berusia 7 tahun.
Tanpa peringatan, serangan brutal itu terjadi. Di hadapan mata mungil sang anak yang terbangun karena kegaduhan, ayahnya sendiri menghujamkan senjata tajam berkali-kali.
Korban yang tak berdaya mengalami luka serius di bagian lengan, paha, hingga perut. Darah membasahi tempat tidur yang seharusnya menjadi zona aman bagi ibu dan anak tersebut.
Usai melampiaskan amarahnya, pelaku seketika disergap ketakutan. Ia melarikan diri ke dalam kegelapan malam, bersembunyi di hamparan persawahan untuk menghindari kejaran warga dan polisi.
Namun, pelariannya tak berlangsung lama. Aparat kepolisian yang bergerak cepat berhasil meringkusnya dalam waktu singkat sebelum ia sempat menjauh.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa selain karena kelelahan pulang kerja, aksi nekat ini dipicu oleh api cemburu.
Baca Juga: Bocah Autis di Pringsewu Ditemukan Tak Bernyawa dalam Kolam Ikan Sejauh 1,5 Km dari Rumah
Ironisnya, kecurigaan tersebut hingga kini belum terbukti kebenarannya. Sebuah prasangka yang berakhir dengan tragedi berdarah.
Kini, sang istri harus berjuang di ruang perawatan intensif rumah sakit untuk memulihkan luka-lukanya yang parah.
Berita Terkait
-
Bocah Autis di Pringsewu Ditemukan Tak Bernyawa dalam Kolam Ikan Sejauh 1,5 Km dari Rumah
-
Pengakuan Mengerikan Ayah di Tubaba yang Tega Tusuk Putranya Akibat Halusinasi Sabu
-
Truk Rp173 Juta Ditukar Lahan 1 Hektare, Dua Pria Diringkus Polisi Pringsewu
-
Niat ke Hajatan Berujung Petaka: Petani di Pesisir Barat Ditebas Golok Saat Hendak Bertamu
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Mimpi Buruk di Pringsewu: Suami Tikam Istri di Depan Anak Hanya karena Pintu Tak Kunjung Dibuka
-
Cinta Terbentur Visa: Pria Singapura yang Jadi Petani di Tanggamus Kini Terancam Deportasi
-
Kesehatan Jadi Penghalang, 15 Jemaah Calon Haji Lampung Terpaksa Tunda Keberangkatan
-
Jaringan BRILink Agen Makin Luas, Layani Transaksi Keuangan di Ribuan Desa
-
Integrasi Holding Ultra Mikro Bantu Jutaan Nasabah Tumbuh dan Naik Kelas Secara Berkelanjutan