- Seorang petani berinisial MZ mengalami luka parah akibat dibacok pelaku berinisial ZM di Dusun Sukabanjar pada Minggu, 19 April 2026.
- Warga sekitar memberikan pertolongan kepada korban dan membawanya ke Puskesmas Bengkunat setelah pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian perkara.
- Polsek Ngaras berhasil menangkap ZM pada Selasa dini hari dan menjerat pelaku dengan pasal penganiayaan untuk proses hukum lebih lanjut.
SuaraLampung.id - Minggu malam (19/4/2026) seharusnya menjadi waktu yang hangat bagi MZ (45). Petani asal Pekon Sukamarga, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat ini sudah bersiap dengan rapi, melangkah keluar rumah dengan tujuan menghadiri undangan hajatan di lingkungannya. Namun, di bawah langit Dusun Sukabanjar yang mulai meremang, maut justru mencegatnya lebih dulu.
Bukan jamuan makan atau tawa riang yang ia temui, melainkan kilatan logam tajam. Tanpa peringatan, sosok pria berinisial ZM muncul dari kegelapan. Sebuah golok besar diayunkan secara membabi buta ke arah MZ.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 19.50 WIB itu sangat cepat dan mengerikan. MZ tak sempat menghindar saat senjata tajam tersebut menghujam tubuhnya.
Pelaku ZM tercatat menebas lengan kanan korban sebanyak tiga kali dan menyasar bagian kaki kanan sebanyak dua kali.
Akibat serangan bertubi-tubi itu, betis MZ mengalami luka robek yang cukup dalam. Dalam kondisi bersimbah darah dan kesakitan, korban ditinggalkan begitu saja oleh pelaku yang langsung melarikan diri ke dalam pekatnya malam.
Beruntung, warga sekitar yang mendengar keributan segera datang memberikan pertolongan dan melarikan MZ ke Puskesmas Bengkunat untuk menyelamatkan nyawanya.
Polsek Ngaras tidak membiarkan pelaku bernapas lega terlalu lama. Segera setelah menerima laporan dari kerabat korban pada Senin (20/4/2026), Unit Reskrim di bawah komando Ipda Yanri Hidayat langsung bergerak melakukan pelacakan.
Setelah mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi berhasil mengendus keberadaan ZM.
Selasa dini hari (21/4/2026), saat dunia masih terlelap sekitar pukul 03.00 WIB, tim gabungan mengepung kediaman pelaku. ZM yang sempat mengira pelariannya aman, akhirnya hanya bisa pasrah saat petugas membawanya pergi.
Baca Juga: Gara-gara Salah Paham, Bogem Mentah Melayang di Jalan Walisongo Metro: Korban Tak Sadarkan Diri
Kapolsek Ngaras Iptu Doni Dermawan, menegaskan bahwa kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi tindak premanisme dan penganiayaan di wilayah hukumnya.
"Kami bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat hingga pelaku berhasil diamankan. Saat ini ZM sudah berada di Mapolsek Ngaras untuk menjalani pemeriksaan intensif," ujar Iptu Doni, Sabtu (25/4/2026).
Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita pakaian yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya sebagai barang bukti.
Kini, ZM harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat dengan Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman penjara yang menanti di depan mata.
Berita Terkait
-
Gara-gara Salah Paham, Bogem Mentah Melayang di Jalan Walisongo Metro: Korban Tak Sadarkan Diri
-
Duel Berdarah 2 Saudara di Pasar Kopindo Metro: Pria Ini Terkapar dengan Telinga Nyaris Putus
-
Usai Bacok Kepala Kampung di Lampung Tengah, Pelarian Adik Ipar Berakhir di Tangan Polisi
-
Dendam di Balik Aib yang Terbongkar: Pria di Lampung Tengah Tikam Mantan Istri karena Sakit Hati
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung