Wakos Reza Gautama
Kamis, 16 April 2026 | 08:50 WIB
Ilustrasi Peristiwa dugaan tindak pidana penganiayaan terjadi di kawasan Pasar Kopindo, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 10.20 WIB. {ist]
Baca 10 detik
  • Duel keluarga terjadi di Pasar Kopindo, Kota Metro, pada Selasa pagi, 14 April 2026 akibat masalah internal.
  • DE menyerang TFJ dengan senjata tajam, namun TFJ melawan menggunakan golok hingga mengakibatkan DE mengalami luka parah.
  • Polisi telah mengamankan barang bukti serta menahan pelaku TFJ di Polsek Metro Pusat untuk proses hukum selanjutnya.

SuaraLampung.id - Hiruk-pikuk aktivitas perdagangan di Pasar Kopindo, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, mendadak berubah menjadi horor mencekam pada Selasa pagi (14/4/2026).

Di tengah kerumunan pedagang dan pembeli, sebuah perselisihan keluarga memuncak menjadi duel berdarah yang menyisakan trauma dan luka parah.

DE (51), pria yang awalnya datang membawa amarah, kini harus terbaring lemah di ruang perawatan intensif RSU Ahmad Yani Metro. Ironisnya, luka-luka di sekujur tubuhnya adalah hasil perlawanan dari kerabatnya sendiri, TFJ (61).

Matahari belum terlalu tinggi, jarum jam menunjukkan pukul 10.20 WIB, saat ketenangan pasar pecah. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, konflik ini disulut oleh masalah internal keluarga yang telah lama terpendam.

DE yang tampak tersulut emosi, mendatangi TFJ di salah satu sudut pasar. Tanpa banyak bicara, DE diduga melancarkan serangan lebih dulu. Ia memukul dan sempat mengeluarkan senjata tajam, seolah siap menuntaskan dendamnya saat itu juga.

Namun, situasi berbalik dalam sekejap. TFJ yang terdesak tak tinggal diam. Secara spontan, ia menyambar sebilah golok milik salah satu pedagang di sekitarnya.

"Adu mekanik" pun tak terhindarkan. Dalam hitungan detik, tebasan golok itu mengenai kepala dan telinga DE, menghentikan serangan tersebut dalam kepulan kepedihan.

Akibat perkelahian tersebut, DE mengalami cedera yang mengerikan. Selain dua luka robek di kepala, bagian telinganya dilaporkan hampir terputus akibat sabetan senjata tajam. Darah segar yang membasahi lantai pasar membuat warga sekitar gempar dan segera melapor ke pihak kepolisian.

Tak butuh waktu lama bagi petugas SPKT Polres Metro untuk tiba di lokasi. Dipimpin IPTU Hendra Riswanda dan IPDA Rendra Kasih Setiawan, polisi langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga: Bisnis Gelap di Bak Pikap: Dua Pria Asal Lamteng Terciduk Edarkan BBM Oplosan ke Pom Mini di Metro

Sebuah golok yang masih menyisakan jejak kekerasan serta satu topi abu-abu diamankan sebagai saksi bisu peristiwa tersebut.

Kapolres Metro, AKBP Hangga Utama Darmawan memastikan bahwa proses hukum akan berjalan secara transparan dan profesional. Terduga pelaku, TFJ, kini telah meringkuk di sel Polsek Metro Pusat untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Kasus ini akan kami proses tuntas. Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan jangan pernah mencoba menyelesaikan masalah keluarga dengan cara kekerasan,” tegas Kapolres.

Load More