- Polisi berhasil menangkap Joni Muhammad Suwarjo di rumahnya, Pekon Sidodadi, pada Senin (6/4/2026) tanpa perlawanan berarti.
- Penangkapan dilakukan setelah Joni diduga melakukan kekerasan terhadap anak berusia 11 tahun akibat terpicu lemparan batu.
- Pihak kepolisian mengevakuasi Joni ke Rumah Sakit Jiwa Bandar Lampung guna menjalani observasi medis lebih lanjut.
SuaraLampung.id - Pagi itu, Senin (6/4/2026), suasana di Pekon Sidodadi, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, tampak lebih tegang dari biasanya. Sejumlah petugas berpakaian preman tampak bersiaga di sudut-sudut jalan, mata mereka tak lepas dari sebuah rumah yang dihuni oleh Joni Muhammad Suwarjo (47).
Joni bukanlah buronan kriminal biasa. Ia adalah seorang pria yang hidup dalam sunyi, namun diduga menyimpan guncangan jiwa yang hebat.
Namanya mencuat setelah sebuah insiden berdarah pada 15 Maret lalu, di mana seorang bocah berusia 11 tahun menjadi korban amukan emosionalnya hingga mengalami luka serius.
Menangkap Joni bukanlah perkara mudah. Pada upaya-upaya sebelumnya, pria ini selalu bersiap dengan senjata tajam di sisinya, siap menerjang siapa pun yang dianggap mengusik dunianya. Polisi menyadari, salah langkah sedikit saja bisa berakibat fatal bagi petugas maupun Joni sendiri.
Namun, kesabaran aparat membuahkan hasil. Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas mendapati Joni tengah duduk santai di dalam rumahnya. Ini adalah "momen emas" yang ditunggu-tunggu.
“Kami bergerak cepat dan terukur. Saat pelaku dalam kondisi lengah, petugas segera masuk untuk mengamankan sebelum ia sempat menjangkau senjata tajam yang biasa ada di dekatnya,” ungkap Kapolsek Pagelaran, Iptu Agus Dharmawan.
Tragedi yang menimpa bocah malang di Sidodadi itu sebenarnya dipicu oleh hal sepele yaitu lemparan batu ke arah rumah Joni.
Bagi anak-anak, mungkin itu hanya candaan atau keisengan belaka. Namun bagi Joni, lemparan itu adalah serangan yang menyulut reaksi emosional yang tak terkendali.
Hasil pendalaman polisi menunjukkan bahwa Joni yang tinggal sebatang kara ini sebenarnya tidak agresif. Namun, gangguan kejiwaan membuatnya menjadi sangat reaktif.
Baca Juga: Kabur dari Meja Operasi RS dengan Peluru di Kaki, Ganden Akhirnya Tumbang di Tangerang
Sebutir batu yang mengenai dinding rumahnya cukup untuk meruntuhkan pertahanan mentalnya dan mengubahnya menjadi sosok yang membahayakan.
“Ia cenderung reaktif jika merasa terganggu. Itulah yang diduga kuat menjadi pemicu aksi kekerasan terhadap korban beberapa waktu lalu,” jelas Iptu Agus.
Setelah berhasil diamankan tanpa pertumpahan darah, Joni tidak dibawa ke sel tahanan biasa. Menyadari kondisi mentalnya, petugas segera mengevakuasi Joni ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bandar Lampung. Di sana, ia akan menjalani observasi mendalam dan penanganan medis yang layak.
Langkah ini diapresiasi luas oleh warga. Kolaborasi antara Polsek Pagelaran, aparatur kecamatan, tenaga medis, dan masyarakat setempat menjadi bukti nyata keberhasilan program "Jaga Lampung" dan "Sabuk Kamtibmas".
“Kami mengapresiasi sinergi masyarakat. Keamanan dan ketertiban lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi yang humanis, potensi gangguan bisa dicegah sejak dini tanpa harus ada kekerasan,” pungkas Kapolsek.
Berita Terkait
-
Kabur dari Meja Operasi RS dengan Peluru di Kaki, Ganden Akhirnya Tumbang di Tangerang
-
Berpacu dengan Waktu di Rantau Tijang: Riza Hilang Usai Diterjang Arus Sungai Sepulang dari Sawah
-
Kakek 90 Tahun Dihantam Besi: Kisah Pilu Marbot di Bandar Lampung Dianiaya Juru Parkir Kafe
-
7 Fakta Penusukan Pedagang di Pasar Sarinongko Pringsewu yang Viral
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, BPBD Lampung: Belum Ada Dampak Abu Vulkanik
-
Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
-
Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci
-
Gerebek Sarang Narkoba di RE Martadinata, Polresta Bandar Lampung Ringkus 2 Pengedar dan 1 Pemakai
-
Makin Beragam, Ini Tiga Reksa Dana Baru dari BRI Wealth Management