- Polsek Cukuh Balak menangkap pria berinisial AF karena mencuri kabel listrik di Pekon Doh, Tanggamus, Jumat (29/5/2026).
- Pelaku tertangkap basah membawa peralatan curian yang menyebabkan vendor proyek mengalami kerugian materiil sebesar Rp20 juta rupiah.
- AF kini ditahan di Polres Tanggamus dan terancam hukuman penjara hingga sembilan tahun akibat tindak pencurian tersebut.
SuaraLampung.id - Di bawah keremangan malam di Pekon Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Tanggamus, Jumat (29/5/2026), seorang pria berinisial AF (44) mengira aksinya berjalan mulus. Namun, ia tak menyadari bahwa operasi senyap yang ia lakukan sedang diintai oleh mata-mata yang terjaga.
AF ditangkap oleh jajaran Polsek Cukuh Balak bersama Tim Tekab 308 Presisi Satreskrim Polres Tanggamus sesaat setelah diduga membobol dan mencuri kabel listrik milik vendor proyek jaringan listrik.
Polisi bergerak cepat berkat laporan dari masyarakat yang mencium gelagat mencurigakan di lokasi proyek. Saat petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP), AF tak berkutik.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa sebuah gergaji besi, senter kepala, dan sebuah karung besar yang sudah berisi gulungan kabel hasil jarahan. Akibat ulah nekat ini, pihak vendor harus menelan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp20 juta.
Dalam pemeriksaan di kantor polisi, AF tertunduk lesu. Pria paruh baya ini mengaku sengaja beraksi di tengah malam hingga dini hari demi menghindari sorotan warga.
Motifnya klise yakni desakan ekonomi. Tekanan keuangan yang kian menghimpit membuatnya gelap mata dan memilih jalan pintas yang justru menghantarkannya ke balik terali besi.
"Pelaku mengaku melakukan aksi ini karena kondisi keuangan yang sedang terpuruk," ungkap pihak kepolisian dalam keterangannya.
Kini, AF harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Polres Tanggamus. Alih-alih mendapatkan uang untuk menyambung hidup, ia justru terancam kehilangan kebebasannya dalam waktu yang sangat lama.
Polisi menjeratnya dengan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP (sesuai ketentuan hukum yang berlaku). Tak main-main, ancaman hukuman penjara hingga 9 tahun kini membayangi masa depan pria asal Cukuh Balak tersebut.
Baca Juga: Jarah Harta Rp 86 Juta, Remaja 16 Tahun Asal Pringsewu Habiskan untuk Judol dan Dugem
Berita Terkait
-
Jarah Harta Rp 86 Juta, Remaja 16 Tahun Asal Pringsewu Habiskan untuk Judol dan Dugem
-
Ujung Jalan Sang Buronan: 6 Tahun Sembunyi, Jejak AYN Akhirnya Terhenti di Kampung Sendiri
-
Kamuflase di Balik Kemudi Mobil: Akhir Pelarian Geng Curanmor Spesialis Hotel di Bandar Lampung
-
Modus Minta Rokok, Komplotan Begal yang Sasar Wisatawan di Tanggamus Diringkus
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung