- Seorang pelaku berinisial AI melakukan perampokan bersenjata tajam terhadap petugas koperasi berinisial AF di Lampung Tengah, Senin (18/5/2026).
- Korban kehilangan uang, ponsel, dan dokumen koperasi senilai Rp7,5 juta setelah tas miliknya dirampas paksa oleh pelaku tersebut.
- Polsek Terusan Nunyai berhasil menangkap AI pada hari yang sama dan menyita seluruh barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.
SuaraLampung.id - Senin siang (18/5/2026), jarum jam menunjukkan pukul 14.55 WIB. Di bawah terik matahari Kampung Gunung Batin Baru, Lampung Tengah, AF (25) tengah memacu sepeda motornya perlahan menyusuri Gang Hadis.
Sebagai petugas penagih koperasi, sore itu menjadi rutinitas kerja biasa baginya. Namun, petaka justru mencegatnya di sebuah tikungan sepi.
Tanpa peringatan, seorang pemuda muncul dari kegelapan gang. Di tangannya berkilat sebilah senjata tajam yang langsung ditodongkan ke arah AF. Dalam suasana mencekam itu, pelaku berinisial AI (21) bertindak beringas.
Dengan sekali hentak, ia menarik paksa tas yang melingkar di tubuh korban hingga talinya putus, lalu menghilang di balik rimbunnya perkampungan.
AF yang masih syok segera menyadari bahwa ia baru saja kehilangan segalanya. Di dalam tas yang dirampas itu, tersimpan uang tunai hasil tagihan sebesar Rp5,5 juta, satu unit ponsel Samsung Galaxy A15, serta tumpukan dokumen penting koperasi. Jika ditotal, kerugian materiil mencapai angka Rp7,5 juta.
Namun, keberanian AF muncul seketika. Ia mengenali ciri-ciri fisik pelaku yang ternyata juga merupakan warga kampung setempat. Tanpa membuang waktu, laporan dilayangkan ke Polsek Terusan Nunyai.
Menerima laporan kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) tersebut, tim Tekab 308 Presisi Polsek Terusan Nunyai segera bergerak. Kapolsek Terusan Nunyai Iptu Andri Saputra langsung memimpin perburuan.
"Setelah menerima laporan dari korban yang mengenali ciri-ciri pelaku, anggota kami langsung bergerak melakukan penyelidikan di lapangan," ujar Iptu Andri Saputra, Rabu (20/5/2026).
Pengejaran itu membuahkan hasil manis. Di hari yang sama, AI tak berkutik saat polisi mengepung persembunyiannya. Ia yang semula beringas saat menodongkan senjata tajam, kini hanya bisa tertunduk lesu saat digiring ke Mapolsek Terusan Nunyai.
Baca Juga: Kecanduan Judol dan Pesta Narkoba, Pemuda di Lampung Tengah Nekat Kuras Rumah Kosong
Selain meringkus AI, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti yang hampir raib, mulai dari tas milik korban, ponsel, hingga uang tunai jutaan rupiah. Pakaian yang dikenakan pelaku saat melancarkan aksi nekatnya pun turut disita sebagai penguat bukti di pengadilan.
Kini, masa muda AI harus dihabiskan di balik jeruji besi. Ia dijerat dengan Pasal 365 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
Berita Terkait
-
Kecanduan Judol dan Pesta Narkoba, Pemuda di Lampung Tengah Nekat Kuras Rumah Kosong
-
Modal Congkel Rolling Door, Pria di Lampung Tengah Gasak Ninja dan KLX Rp70 Juta dari Diler
-
Bermodal ID Card Wartawan, Pria Peras Warga Lampung Tengah Jutaan Rupiah Pakai Jurus Andalan
-
Ancam Sebar Aib Keluarga Jadi Senjata Residivis Peras Petani Lampung Tengah
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mimpi Bandar Lampung Menyulap Kawasan Pesisir Menjadi Front City Kelas Dunia
-
Memburu Nakhoda Kampus Hijau: Panitia Pilrek Unila Janjikan Netral
-
BRI KKB National Expo Catat Rekor MURI, Hadirkan Penawaran Pembiayaan di 131 Lokasi
-
Penangkapan Berujung Duka di Lamtim: Benarkah Nenek Sakdiyah Wafat Karena Syok Saat Digerebek?
-
Misteri di Balik Gerbang Kafe Bunga Way Laga: Sudarto Ditemukan Mati dalam Kesunyian