- HS, seorang pria di Lampung Tengah, ditangkap polisi karena melakukan pemerasan terhadap warga dengan modus tuduhan pelecehan seksual.
- Pelaku memaksa korban menyerahkan uang sebesar Rp2,5 juta pada April lalu agar tuduhan tersebut tidak disebarluaskan ke publik.
- Polisi meringkus HS saat ia kembali mendatangi rumah korban untuk menagih sisa uang pemerasan pada awal Mei kemarin.
SuaraLampung.id - Sepatutnya, kartu identitas wartawan menjadi simbol profesi yang mencari kebenaran demi kepentingan publik. Namun, di tangan HS (48), benda kecil tersebut justru berubah menjadi alat pemuas keserakahan.
Warga Perumahan Way Halim, Bandar Lampung ini harus berurusan dengan hukum setelah terjebak dalam skenario pemerasan yang disusunnya sendiri.
Dengan langkah percaya diri dan narasi yang mengancam, HS mendatangi kediaman seorang warga di Kelurahan Gunung Sugih, Lampung Tengah, pada akhir April lalu.
Bukan untuk wawancara atau mencari berita, HS datang membawa tudingan maut. Dia mengklaim memiliki data bahwa sang pemilik rumah terlibat dalam kasus pelecehan seksual.
Modus yang digunakan HS terbilang licin namun mematikan bagi psikologis korban. Ia memanfaatkan ketakutan masyarakat terhadap stigma negatif. Di hadapan korbannya, HS mulai memainkan "perannya".
Ia menawarkan jalan damai agar kasus yang dituduhkannya itu tidak mencuat ke permukaan. Syaratnya cuma satu yaitu ada uang tutup pena sebesar Rp4 juta.
"Pelaku mendatangi korban lalu mengatakan bahwa korban sedang memiliki masalah besar. Ia menuding korban terlibat kasus pelecehan dan mulai meminta uang," ungkap Kapolsek Gunung Sugih, AKP Yudi Kurniawan, Jumat (8/5/26).
Di bawah tekanan dan rasa takut akan fitnah yang bisa menghancurkan reputasinya, korban yang terpojok akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp2,5 juta pada Kamis (23/4/26). Namun, rupanya "dahaga" HS belum terpuaskan.
Bak penagih hutang, HS kembali mendatangi rumah korban pada Selasa sore (5/5/26). Agendanya meminta sisa uang Rp1,5 juta yang ia klaim sebagai sisa "kesepakatan". Namun, kali ini kalkulasinya meleset.
Baca Juga: Ancam Sebar Aib Keluarga Jadi Senjata Residivis Peras Petani Lampung Tengah
Korban yang sudah merasa tak tahan terus-menerus diintimidasi memilih untuk melaporkan tindakan sang "wartawan" ke Polsek Gunung Sugih.
Respon cepat segera dilakukan. Team Tekab 308 Presisi yang dipimpin Kanit Reskrim langsung bergerak ke lokasi. Saat petugas tiba, drama HS berakhir seketika. Pria paruh baya itu tertangkap basah masih berada di rumah korban, menunggu sisa uang yang ia harapkan.
"Anggota kami langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan saat ia sedang menagih sisa uang tersebut," jelas AKP Yudi Kurniawan.
Dari tangan pelaku, polisi menyita satu buah kartu identitas (ID Card) wartawan yang selama ini digunakannya sebagai tameng untuk menakut-nakuti warga.
Selain itu, sebuah tas abu-abu dan lembaran dokumen naskah turut diamankan sebagai barang bukti bisu atas aksi kriminalnya.
Berita Terkait
-
Ancam Sebar Aib Keluarga Jadi Senjata Residivis Peras Petani Lampung Tengah
-
Tak Terima Disalip, 2 Preman Jalanan Hajar Sopir Truk di Gunung Sugih
-
Dikepung Warga Karena Dikira Mau Nyolong, Pemuda di Lampung Tengah Malah Ketahuan Bawa Sabu
-
Jaksa Bongkar Siasat Ardito Wijaya Atur Proyek Alkes Lampung Tengah
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Empat Hari Pencarian Nelayan Pandeglang yang Hilang Ditelan Lautan Kalianda Masih Nihil
-
Penyelundupan 620 Burung Terbongkar di Pelabuhan Bakauheni: Disembunyikan di Kabin
-
BRI Bayar Dividen, Total Mencapai Rp52,1 Triliun
-
Mimpi Buruk di Pringsewu: Suami Tikam Istri di Depan Anak Hanya karena Pintu Tak Kunjung Dibuka
-
Cinta Terbentur Visa: Pria Singapura yang Jadi Petani di Tanggamus Kini Terancam Deportasi