Wakos Reza Gautama
Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:42 WIB
Polisi mengamankan seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial SA (29) yang diduga membuang jasad bayi perempuan ke tempat pembuangan sampah rumah tangga di Jalan Way Seputih, Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung. [Dok Humas Polresta Bandar Lampung]
Baca 10 detik
  • Petugas kebersihan menemukan jasad bayi perempuan dalam kardus di truk sampah Jalan Way Seputih, Bandar Lampung, Senin (10/8/2026).
  • Polisi menangkap seorang asisten rumah tangga berinisial SA (29) di Bandar Lampung setelah teridentifikasi melalui rekaman kamera pengawas CCTV.
  • SA mengakui melahirkan bayi itu seorang diri di kamar mandi lalu membuangnya ke tempat sampah dua jam kemudian.

SuaraLampung.id - Senin (10/8/2026) pagi di Jalan Way Seputih, Kelurahan Pahoman, Bandar Lampung, rutinitas mengangkut limbah rumah tangga seketika berubah menjadi mimpi buruk saat sebuah kotak kardus di atas bak truk sampah menyingkap rahasia yang menyayat hati.

Di dalam kardus itu, terdapat sebuah karung beras putih yang terbungkus kain jarik cokelat. Alih-alih berisi barang bekas, di dalamnya terbujur kaku jasad bayi perempuan yang masih sangat belia. Penemuan sekitar pukul 07.13 WIB ini sontak menggegerkan kawasan elite di Kecamatan Enggal tersebut.

Pelaku pembuangan jasad bayi tersebut tidak bisa berkelit lama. Polisi bergerak cepat menyisir setiap jengkal bukti di lokasi kejadian. Saksi bisu berupa kamera pengawas (CCTV) di sekitar Jalan Way Seputih menjadi kunci pembuka tabir gelap ini.

"Pengungkapan ini berawal dari hasil pemeriksaan CCTV di lokasi. Dari rekaman tersebut, tim melakukan pendalaman yang mengarah kuat kepada terduga pelaku," jelas Kapolsek Tanjung Karang Barat, AKP Martoyo, Senin (10/8/2026).

Tak butuh waktu lama bagi petugas untuk mengamankan SA (29). Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di salah satu rumah di kawasan tersebut tak mampu mengelak saat polisi menjemputnya.

Dalam pemeriksaan awal, SA akhirnya mengakui perbuatannya. Pengakuan SA mengungkap fakta bayi tersebut adalah darah dagingnya sendiri yang ia lahirkan tanpa bantuan siapa pun di tengah kesunyian fajar.

"Yang bersangkutan mengakui bahwa bayi tersebut dilahirkannya sendiri sekitar pukul 05.15 WIB di dalam kamar mandi," ungkap Martoyo.

Hanya berselang dua jam setelah persalinan sunyi di kamar mandi itu, sang bayi sudah berpindah tempat ke tempat pembuangan sampah, terbungkus kain jarik dan karung beras.

Meski SA telah mengakui perbuatannya, polisi belum berhenti di situ. Teka-teki besar masih menyelimuti kondisi sang bayi saat dilahirkan, apakah ia sempat menghirup udara dunia ataukah ia kehilangan nyawa sebelum sempat menangis?

Baca Juga: Misteri Kardus Cokelat Berisi Jasad Bayi Gegerkan Pahoman

SA beserta jasad bayinya kini telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan medis menyeluruh dan visum et repertum. Langkah ini krusial untuk menentukan apakah ada unsur kesengajaan dalam kematian sang bayi atau murni komplikasi persalinan.

Kini, kasus yang menguras simpati publik ini telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Bandar Lampung.

Load More