- WRS dan RP melakukan intimidasi serta kekerasan fisik terhadap sopir truk berinisial BM di Gunung Sugih, Lampung Tengah.
- Kejadian bermula saat pelaku tidak terima disalip oleh korban di jalan raya pada Kamis malam, 30 April 2026.
- Polres Lampung Tengah menangkap kedua pelaku kurang dari 12 jam setelah kejadian untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kriminal mereka.
SuaraLampung.id - Di bawah temaram lampu jalan kawasan Tugu Pencak Silat, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Kamis malam (30/4/2026), kesunyian aspal pecah oleh aksi brutalitas yang nyaris merenggut ketenangan seorang pengemudi logistik.
BM (31), seorang sopir truk yang tengah berjuang membelah malam dari arah Bandar Jaya menuju Bandar Lampung, tak pernah menyangka bahwa niatnya mendahului sebuah kendaraan akan berujung pada petaka.
Hanya karena ego di jalanan, ia harus berhadapan dengan kemarahan buta yang mengubah kabin truknya menjadi sasaran intimidasi.
Kejadian bermula sekitar pukul 23.30 WIB. Di tengah deru mesin, BM mencoba mengambil jalur untuk mendahului sebuah truk di depannya. Rupanya, manuver tersebut menyulut api amarah dua pemuda di kendaraan tersebut, WRS (26) dan RP (26).
Tak terima "disalip", kedua pelaku mulai melakukan aksi provokatif. Benda keras dilemparkan ke arah truk BM, menghantam badan kendaraan dengan suara dentuman yang mengejutkan.
Tak berhenti di situ, pelaku nekat menabrakkan kendaraan mereka ke truk korban, memaksa BM untuk menginjak rem dalam-dalam di kawasan Tugu Pencak Silat.
“Diduga karena emosi sesaat akibat didahului, para pelaku mencegat korban secara paksa,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Devrat A. Arfan, Jumat (1/5/2026).
Begitu truk berhenti, situasi berubah menjadi horor. WRS dan RP langsung turun dan menyerbu kabin korban. Tanpa banyak bicara, hujan pukulan mendarat di wajah dan tubuh BM.
Sopir malang itu hanya bisa pasrah saat luka lebam mulai menghiasi wajahnya. Seolah belum puas dengan kekerasan fisik, para pelaku bahkan sempat menahan kendaraan korban sebagai bentuk intimidasi lanjutan.
Baca Juga: Dikepung Warga Karena Dikira Mau Nyolong, Pemuda di Lampung Tengah Malah Ketahuan Bawa Sabu
Namun, pelarian para preman jalanan ini tak berlangsung lama. Laporan yang masuk ke meja kepolisian segera direspons dengan operasi senyap. Team Tekab 308 Presisi Polres Lampung Tengah langsung diterjunkan ke lapangan.
Hanya butuh waktu kurang dari 12 jam bagi korps berbaju cokelat ini untuk melacak keberadaan pelaku. WRS, warga Gunung Sugih Raya, dan RP, warga Komering Agung, tak berkutik saat polisi meringkus mereka di persembunyiannya. Kendaraan yang digunakan sebagai alat kejahatan pun turut disita sebagai barang bukti.
"Kami tidak memberikan ruang bagi aksi premanisme di jalanan. Pelaku sudah kami amankan bersama barang bukti untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas AKP Devrat.
Tag
Berita Terkait
-
Dikepung Warga Karena Dikira Mau Nyolong, Pemuda di Lampung Tengah Malah Ketahuan Bawa Sabu
-
Jaksa Bongkar Siasat Ardito Wijaya Atur Proyek Alkes Lampung Tengah
-
Tak Tahan Lihat Kakaknya Sering Dimarahi, Pemuda di Lampung Tengah Habisi Nyawa Kakak Ipar
-
Syahwat Politik Berujung Bui: Menanti Sidang Perdana Eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Sekolah Rakyat Lampung Siapkan Siswa Siap Kerja dan Kuliah
-
Kilau Emas Jadi Biang Kerok Inflasi Lampung di Juli 2026
-
Amankan Dapur 2.180 Pegawai, Pemkot Bandar Lampung Kucurkan Rp8,6 Miliar Gaji PPPK Tiap Bulan
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Mimpi Cuan 7 Kali Lipat dari Dubai Berujung Apes, Uang Rp60 Juta Milik Warga Bandar Lampung Amblas