Wakos Reza Gautama
Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:33 WIB
Tekab 308 Presisi Polres Lampung Tengah mengungkap kasus pengeroyokan terhadap seorang sopir truk yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, kawasan Tugu Pencak Silat, Gunung Sugih. [Dok Humas Polres Lampung Tengah]
Baca 10 detik
  • WRS dan RP melakukan intimidasi serta kekerasan fisik terhadap sopir truk berinisial BM di Gunung Sugih, Lampung Tengah.
  • Kejadian bermula saat pelaku tidak terima disalip oleh korban di jalan raya pada Kamis malam, 30 April 2026.
  • Polres Lampung Tengah menangkap kedua pelaku kurang dari 12 jam setelah kejadian untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kriminal mereka.

SuaraLampung.id - Di bawah temaram lampu jalan kawasan Tugu Pencak Silat, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Kamis malam (30/4/2026), kesunyian aspal pecah oleh aksi brutalitas yang nyaris merenggut ketenangan seorang pengemudi logistik.

BM (31), seorang sopir truk yang tengah berjuang membelah malam dari arah Bandar Jaya menuju Bandar Lampung, tak pernah menyangka bahwa niatnya mendahului sebuah kendaraan akan berujung pada petaka.

Hanya karena ego di jalanan, ia harus berhadapan dengan kemarahan buta yang mengubah kabin truknya menjadi sasaran intimidasi.

Kejadian bermula sekitar pukul 23.30 WIB. Di tengah deru mesin, BM mencoba mengambil jalur untuk mendahului sebuah truk di depannya. Rupanya, manuver tersebut menyulut api amarah dua pemuda di kendaraan tersebut, WRS (26) dan RP (26).

Tak terima "disalip", kedua pelaku mulai melakukan aksi provokatif. Benda keras dilemparkan ke arah truk BM, menghantam badan kendaraan dengan suara dentuman yang mengejutkan.

Tak berhenti di situ, pelaku nekat menabrakkan kendaraan mereka ke truk korban, memaksa BM untuk menginjak rem dalam-dalam di kawasan Tugu Pencak Silat.

“Diduga karena emosi sesaat akibat didahului, para pelaku mencegat korban secara paksa,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Devrat A. Arfan, Jumat (1/5/2026).

Begitu truk berhenti, situasi berubah menjadi horor. WRS dan RP langsung turun dan menyerbu kabin korban. Tanpa banyak bicara, hujan pukulan mendarat di wajah dan tubuh BM.

Sopir malang itu hanya bisa pasrah saat luka lebam mulai menghiasi wajahnya. Seolah belum puas dengan kekerasan fisik, para pelaku bahkan sempat menahan kendaraan korban sebagai bentuk intimidasi lanjutan.

Baca Juga: Dikepung Warga Karena Dikira Mau Nyolong, Pemuda di Lampung Tengah Malah Ketahuan Bawa Sabu

Namun, pelarian para preman jalanan ini tak berlangsung lama. Laporan yang masuk ke meja kepolisian segera direspons dengan operasi senyap. Team Tekab 308 Presisi Polres Lampung Tengah langsung diterjunkan ke lapangan.

Hanya butuh waktu kurang dari 12 jam bagi korps berbaju cokelat ini untuk melacak keberadaan pelaku. WRS, warga Gunung Sugih Raya, dan RP, warga Komering Agung, tak berkutik saat polisi meringkus mereka di persembunyiannya. Kendaraan yang digunakan sebagai alat kejahatan pun turut disita sebagai barang bukti.

"Kami tidak memberikan ruang bagi aksi premanisme di jalanan. Pelaku sudah kami amankan bersama barang bukti untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas AKP Devrat.

Load More