- Mantan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, akan menjalani sidang perdana kasus korupsi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang pada 29 April mendatang.
- KPK menduga Ardito menerima suap Rp5,75 miliar dari proyek pengadaan barang untuk melunasi utang biaya kampanye Pilkada tahun 2024 lalu.
- Penyidikan KPK turut menetapkan sejumlah tersangka lain, termasuk anggota DPRD, pihak keluarga bupati, serta pihak kontraktor dalam skandal korupsi tersebut.
SuaraLampung.id - Panggung kekuasaan Ardito Wijaya di Lampung Tengah kini berpindah ke ruang sempit meja hijau. Setelah melalui proses penyidikan panjang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan orang nomor satu di Lampung Tengah tersebut dipastikan akan segera menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung.
Berkas perkara dugaan korupsi yang menjerat Ardito resmi dilimpahkan. Juru Bicara Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Dedi Wijaya Susanto, mengonfirmasi bahwa seluruh dokumen hukum terkait kasus tersebut telah diterima dan siap disidangkan.
“Iya benar, sudah kami terima. Jika tidak ada perubahan, sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan direncanakan berlangsung pada Rabu, 29 April mendatang,” ujar Dedi, Sabtu (25/4/2026).
Kasus yang menyeret Ardito Wijaya bukan sekadar perkara suap biasa. Di balik angka-angka miliaran rupiah, terselip fakta miris tentang mahalnya ongkos politik di negeri ini.
KPK menduga Ardito menerima uang suap mencapai Rp5,75 miliar terkait berbagai proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Tengah tahun anggaran 2025.
Namun, yang paling mengejutkan adalah peruntukannya. Dari total suap tersebut, sebanyak Rp5,25 miliar diduga kuat digunakan Ardito hanya untuk satu hal yaitu melunasi pinjaman bank yang ia ambil demi membiayai kebutuhan kampanye selama Pilkada 2024 lalu.
Ardito tidak jatuh sendirian. Skandal ini mengungkap sebuah jejaring yang melibatkan orang-orang terdekatnya. Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Desember 2025 silam turut menyeret nama-nama besar di lingkaran elit Lampung Tengah.
Mulai dari anggota DPRD Lampung Tengah Riki Hendra Saputra, hingga adik kandung bupati yang juga Ketua PMI setempat, Ranu Hari Prasetyo.
Tak hanya itu, Pelaksana Tugas Kepala Bapenda, Anton Wibowo, yang masih memiliki ikatan kerabat, serta seorang kontraktor dari PT Elkaka Putra Mandiri, Mohamad Lukman Sjamsuri, ikut ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga: Uang Rakyat Kembali! Kejati Lampung Sita Rp7,8 Miliar dari Koruptor Tol Terpeka
Mereka diduga menjadi bagian dari sistem yang dirancang untuk mengeruk keuntungan dari proyek pemerintah daerah demi kepentingan pribadi dan kelompok.
Kini, dengan didampingi penasihat hukumnya, Ahmad Handoko, Ardito Wijaya harus bersiap menghadapi dakwaan jaksa. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Uang Rakyat Kembali! Kejati Lampung Sita Rp7,8 Miliar dari Koruptor Tol Terpeka
-
Jejak Gelap Aipda Andi Gusman dari Mobil Panas Hingga Jerat Sabu
-
Divonis 8,5 Tahun, Eks Bupati Lampung Timur Wajib Kembalikan Rp3,9 Miliar Kasus Pagar Rumah Dinas
-
7 Fakta Profil Sudewo, Bupati Pati dari Partai Gerindra yang Kini Terjerat OTT KPK
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu
-
Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL