- Dinas Kesehatan Bandar Lampung melaporkan hanya 60 dari 121 dapur program Makan Bergizi Gratis yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
- Kepala Dinas Kesehatan menegaskan tidak akan memberikan sertifikasi sebelum dapur memenuhi syarat kebersihan air dan standar pengolahan pangan yang steril.
- Pemerintah daerah mendorong kemitraan antara dapur gizi dan pelaku UMKM lokal guna mendukung suplai bahan pangan serta menggerakkan ekonomi.
SuaraLampung.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar tentang seberapa banyak kalori yang masuk ke perut anak-anak sekolah, melainkan tentang jaminan bahwa setiap suapannya aman dari ancaman penyakit.
Di Bandar Lampung, rapor keamanan pangan ini tampaknya masih harus dikejar. Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung menunjukkan sebuah fakta yang patut menjadi perhatian.
Dari 121 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau "dapur raksasa" yang sudah beroperasi, baru separuhnya, yakni 60 dapur, yang resmi mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Artinya, masih ada 61 dapur lainnya yang secara administratif belum lulus uji kelayakan standar kesehatan pemerintah.
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, bersikap tegas. Baginya, dalam urusan perut masyarakat, tidak ada kata "nego" atau kelonggaran.
Sertifikat SLHS bukan sekadar formalitas kertas, melainkan bukti bahwa air yang digunakan bersih dan proses pengolahannya steril.
"Bila memang SPPG belum tuntas melakukan perbaikan dan kualitas air yang dipakai tidak memenuhi syarat, kami tentu tidak akan mengeluarkan SLHS," tegas Muhtadi, Jumat (24/4/2026).
Langkah kaku ini diambil bukan tanpa alasan. Dinkes ingin membentengi warga dari potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti keracunan massal yang seringkali menghantui program pangan skala besar jika standar sanitasinya diabaikan.
Di balik ketatnya pengawasan kesehatan, program MBG sebenarnya membawa angin segar bagi ekonomi kerakyatan. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Wilson Faisol, melihat adanya "berkah" tersembunyi bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Bandar Lampung.
Baca Juga: Kicauan Kebebasan di Tahura Wan Abdul Rachman: 942 Ekor Burung Kembali ke Habitatnya
Idealnya, SPPG tidak berjalan sendiri. Mereka diharapkan menjadi lokomotif yang menarik gerbong UMKM lokal untuk menyuplai bahan pangan segar, mulai dari sayuran, daging, hingga bumbu dapur.
"Seharusnya SPPG bermitra dengan UMKM untuk suplai bahan pangannya. Dengan begitu, roda ekonomi akan berputar," tutur Wilson. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Kicauan Kebebasan di Tahura Wan Abdul Rachman: 942 Ekor Burung Kembali ke Habitatnya
-
Antre Panjang, Dokter Kurang: Temuan DPRD Saat Sidak di Puskesmas Bandar Lampung
-
Ditangkap di Rajabasa, Jejak Kelam Pencuri Motor yang Tukar Hasil Kejahatan dengan Sabu
-
Jamin Hewan Kurban Sehat, Bandar Lampung 'Bentengi' Ratusan Ternak dengan Vaksinasi PMK
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara
-
Coba Tebas Polisi Pakai Laduk, Residivis 19 Tahun di Lampung Tengah Roboh Ditembus Timah Panas
-
Geger Karhutla Way Kambas Meluas, BPBD Buka Suara Soal Nasib Kandang Gajah
-
Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala
-
Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika